Breaking News:

Berita Malang Hari Ini Jumat 24 Juli 2020 Populer: Penemuan Batu Bata Kuno dan Operasi Patuh Semeru

Rangkuman Berita Malang hari ini Jumat 24 Juli 2020 populer diantaranya cerita tak terduga dibalik penemuan batu bata kuno di Singosari Malang.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan/Hayu Yudha Prabowo
Berita Malang hari ini Jumat 24 Juli 2020 populer 

Suwadji menuturkan Pemdes Selorejo telah memberi tahu petani jeruk tentang rencana pengelolaan tanah kas desa.

"Tanah yang ditanami jeruk itu tanah kas desa. Desa (Selorejo) ini kan lagi penertiban tanah kas desa. Jadi upayanya mau terkelola baik dengan desa melalui Bumdes," terang Suwadji.

Ketika pemerintah desa melakukan perjanjian sewa tanah dengan petani atau pihak lainnya, kesepakatan itu harus dibuktikan dengan dokumen yang valid.

"Perjanjian sewanya harus dibuat. Sehingga perjanjiannya jelas," ungkap Suwadji.

Karena tanah kas desa harus melalui inventarisir sehingga bisa terdata dengan baik.

"Tanah kas desa harus teriventarisir dan terdata di aset desa. Memang Untuk pengelolaan bisa disewakan. Namun, hasilnya harus masuk desa," jelas Suwadji.

Segala hal tentang pengelolaan tanah kas desa, sudah diatur dalam berbagai regulasi. Baik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Malang.

"Pengelolaan tanah kas desa diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Sedangkan pada Perbup (Peraturan Bupati), diatur dalam Perbup nomot 24 Tahun 2016, juga tentang pengelolaan aset desa," papar Suwadji.

Agar tidak terjadi konflik serupa, Suwadji menyarankan pemerintah desa juga harus menerbitkan peraturan desa (perdes) tentang sewa tanah kas desa.

"Kalau perlu ke depan ada perdesnya soal pengelolaan tanah kas desa itu," ucap Suwadji.

Peraturan desa itu disebut Suwadji sudah ada, tapi dalam penerapannya terkesan semu.

"Perdesnya sebenarnya ada tapi belum secara teknis. Kadang-kadang kalau ada masalah Perdesnya belum bisa menjawab itu," beber Suwadji.

Suwadji menjelaskan, secara proporsional sesuai regulasi tanah kas desa harus ditertibkan.

"Memang boleh dikerjasamakan, namun harus ada pemasukan dari desa dan ada kesepakatan kedua belah pihak," jelasnya.

Suwadji berharap ada solusi yang ideal bagi petani jeruk dan Pemdes Selorejo.

"Kami menyamakan persepsi dan hak bagi pemerintah desa dan hak penyewa. Jadi sama sama ideal bagi keduanya," kata Suwadji.

Ke depan, Suwadji akan menggandeng Bagian Hukum Pemkab Malang dan Perguruan Tinggi untuk mengkaji solusi polemik tanas kas desa.

"Maka dari itu kami akan meminta bantuan bagian hukum untuk mendampingi. Dan dari universitas juga," tutup Suwadji.

3. Operasi Patuh Semeru 2020, Satlantas Polresta Malang gelar kegiatan pengecekan dan penindakan pengendara kendaraan bermotor, Kamis (23/7/2020).

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, saat memberikan masker bagi pengendara sepeda motor dalam kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020, Kamis (23/7/2020).
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, saat memberikan masker bagi pengendara sepeda motor dalam kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020, Kamis (23/7/2020). (Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com)

Kegiatan itu dilakukan di halaman depan Samsat Kota Malang, Jalan S Supriadi, Sukun, Kota Malang.

Dari pantauan TribunJatim.com (grup suryamalang.com) di lokasi, kegiatan berlangsung mulai pukul 15.25 WIB, di mana ratusan pengendara baik roda dua maupun roda empat diwajibkan masuk ke halaman Samsat Kota Malang. Bagi pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas, dilakukan penindakan penilangan.

Sedangkan bagi pengendara yang kedapatan tidak memakai masker, maka akan diberi masker oleh kepolisian secara gratis. Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, mengatakan ada 250 lebih kendaraan yang dilakukan pemeriksaan.

"Sasaran operasi tentunya pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan laka lantas. Tadi kami lihat cukup banyak pengendara yang tidak membawa SIM, tidak memakai helm, tidak memakai sabuk pengaman, dan tidak membawa STNK," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di semua wilayah Kota Malang.

"Kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020 ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Kota Malang. Jadi tidak hanya dilakukan oleh Satlantas Polresta Malang Kota saja, melainkan tiap Polsek juga melakukan hal yang sama," tambahnya.

Dan dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga memberikan imbauan dan pembinaan berupa Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) bagi para pengendara mobil dan sepeda motor.

"Kami bagi kegiatan operasi ini menjadi preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Jadi setelah kami lakukan penilangan, para pelanggar akan diberikan imbauan Dikmas Lantas. Di Dikmas Lantas, para pelanggar akan diberikan imbauan berupa apa saja yang harus dilakukan saat berkendara," bebernya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya juga membagikan masker secara gratis.

"Kami berikan bagi pengendara dan penumpang kendaraan yang tidak menggunakan masker. Total sebanyak 25 masker telah kami bagikan dalam kegiatan ini," pungkasnya.

(Kukuh Kurniawan/ Mohammad Erwin/ Ratih Fardiyah/ SURYAMALANG.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved