Virus Corona

Cara Atasi Anak Jenuh di Masa Pandemi Covid-19, Permainan Tradisional Bisa jadi Solusinya

Durasi pandemi saat ini menjadikan anak mulai merasa jenuh, menolak mengerjakan tugas sekolah, bahkan ada yang jam tidur dan makannya mulai terganggu

SURYAMALANG.COM/HUMAS UMM
Dr Iswinarti MSi, dosen Psikologi UMM. Permainan tradisional dalam bimbingan orangtua bisa jadi solusi mengatasi kejenuhan anak di masa Pandemi Covid-19 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung sejak lima bulan lalu.
Sampai saat ini belum terlihat mereda.

Kondisi ini berdampak pada terbatasnya ruang bermain anak.

Dr Iswinarti MSi, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyebutkan durasi pandemi yang tidak pasti bisa menyebabkan anak-anak jenuh.

Padahal usia anak selalu identik dengan aktivitas bermain dan mengeksplorasi lingkungan sekitar mereka.

"Adanya pandemi ini sangat membatasi ruang gerak anak untuk melakukan hal tersebut. Apalagi anak usia sekolah."

"Durasi pandemi yang tidak pasti menjadikan anak mulai merasa jenuh, menolak mengerjakan tugas sekolah, bahkan ada yang jam tidur dan makannya mulai terganggu," papar dia, Jumat (24/7/2020).

Dalam kondisi seperti ini, yang harus dilakukan orangtua adalah mengambil perannya.

“Peran krusial orangtua dalam situasi ini adalah peka mengamati perubahan-perubahan tersebut. Serta menghadirkan ruang bermain bagi anak meski hanya di sekitar rumah,” kata dia.

Namun bukan memberikan akses sebesar-besarnya bagi anak untuk bermain gadget.

Hal ini malah bisa menurunkan daya kognisi dan kemampuan sosialisasi anak.

"Apalagi pembelajaran di sekolah sudah banyak menggunakan gadget," jelas wanita berhijab ini.

Anak-anak dinilai membutuhkan alternatif permainan.

Permainan tradisional yang cocok saat pandemi bisa dilakukan. Seperti bermain bekel, congklak lidi, dan engklek.

Permainan itu dinilai seru sehingga tidak membosankan.

Bu Is, panggilan akrabnya menghimbau ke orangtua agar bisa mendampingi dan bermain bersama anaknya di rumah.

Sebab, permainan tradisional itu tidak hanya sekedar bermain, tetapi bisa membangun karakter anak dan menjadikan aktivitas bermain sebagai fasilitas belajar.

Seperti belajar berhitung, melatih kesabaran, ketelitian, dan mengambil keputusan.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved