Jumat, 24 April 2026

Virus Corona di Pacitan

Haru Biru Prosesi Ijab Qabul Pasien Covid-19 di Pacitan, Berlangsung di Balik APD dan Jarak 5 Meter

Meski terkonfirmasi positif Covid-19, seorang pasien pria di Pacitan tetap melangsungkan akan pernikahan dengan calon istrinya, Kamis (23/7/2020) .

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Tim Gugus Tugas Covid-19 Pacitan
Proses ijab qabul pasien Covid-19 di Pacitan 

SURYAMALANG.COM, PACITAN - Sebuah prosesi pernikahan atau prosesi ijab qabul dengan salah satu mempelai adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berlangsung, Kamis (23/7/2020) .

Prosesi ijab qabul pengantin ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tak urung mengundang keharuan.

Meski terkonfirmasi positif Covid-19, seorang pasien pria di Pacitan tetap melangsungkan akan pernikahan dengan calon istrinya, Kamis (23/7/2020) .

Proses ijab qabul pengantin pasien Covid-19 di Pacitan yang haus berlangsung dalam protokol kesehatan ketat
Proses ijab qabul pengantin pasien Covid-19 di Pacitan yang haus berlangsung dalam protokol kesehatan ketat (SURYAMALANG.COM/Tim Gugus Tugas Covid-19 Pacitan)

"Itu sebetulnya acaranya sudah dirancang lama, kalau orang menikah kan mencari hari baik. Lha hari baiknya kan pada bulan ini, bulan dzulhijjah. Kami dari gugus hanya memfasilitasi, boleh menikah tetapi mempelai laki tidak boleh keluar dari wisma, hanya boleh di halaman wisma atlet, jadi untuk ijab kabulnya ya harus di wisma atlet," kata Kepala Diskominfo Pacitan Rachmad Dwiyanto, Jumat (24/7/2020) malam.

Ia menuturkan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pacitan memfasilitasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tidak seperti ijab qabul pada umumnya, prosesi ijab qabul pasien positif Covid-19 di pacitan ini diberi jarak sekitar lima meter.

"Mempelai wanita termasuk para petugas dari KUA, menjaga jarak dengan mempelai pria, sekitar lima meter, ijab dilaksanakan di halaman terbuka," katanya.

Prosesi sakral itu juga tanpa dihadiri tamu, dan juga anggota keluarga kedua mempelai.

"Tidak ada tamu, hanya ada petugas di wisma atlet, wali, saksi, sama petugas KUA, sekitar delapan orang sama pengantinnya," jelasnya.

Tidak hanya sekadar memfasilitasi tempat, Tim Gugus Tugas Covid-19 juga yang menjemput mempelai wanita, termasuk menyiapkan pakaian untuk prosesi ijab, hantaran, serta uang mahar sebesar Rp 500 ribu.

Prosesi ijab yang berlangsung singkat itu, berlangsung dengan lancar.

Suasana menjadi mengharukan saat kedua mempelai harus kembali terpisah usai proses ijab selesai.

Dia mengatakan, kondisi mempelai pria dalam kondisi sehat meski terkonfirmasi positif Covid-19.

Mempelai pria ini terkonfirmasi positif Covid-19 pada 20 Juli 2020, lalu. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved