Resmi Mundur dari AFC, Ini Profil dan Perjalanan Karier Ratu Tisha, Sudah Jadi Manajer Tim Sejak SMA

Ratu Tisha resmi mundur dari jabatannya sebagai Komite Kompetisi AFC, simak profil dan perjalanan mantan Sekjen PSSI ini.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
superball/ist
Potret Ratu Tisha Destria. 

SURYAMALANG.COM - Melalui Instagram pribadinya, Ratu Tisha sampaikan mundur dari jabatannya sebagai Komite Kompetisi AFC.

Setelah April lalu putuskan untuk mundur dari Sekjen PSSI, kini Ratu Tisha resmi mundur dari AFC.

Perempuan yang memiliki nama lengkap Ratu Tisha Destaria tersebut telah menjabat sebagai Komite Kompetisi AFC sejak Agustus 2019 lalu.

Pihak AFC juga telah menyetujui keinginan Ratu Tisha untuk mundur dari jabatannya tersebut pada Kamis lalu (23/7/20).

Melansir Instagram pribadinya pada Jumat (24/7/20), Ratu Tisha telah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

“Verified. Posisi Komite Kompetisi AFC bersifat Ex officio dari federasi, diajukan oleh federasi disetujui oleh AFC,” tulis Ratu Tisha Destria.

“Melalui persaingan ketat, kesempatan telah didapatkan oleh Indonesia, bukan oleh Ratu Tisha. Saat ini Indonesia sudah menjadi bagian dari suara Komite Kompetisi AFC,” lanjutnya.

“Surat apresiasi dan personal message telah saya terima dari AFC. Dengan demikian, saya pamit dari posisi Anggota Komite Kompetisi AFC.”

Posisi yang ditinggalkan oleh Ratu Tisha sebagai pejabat AFC tersebut dikabarkan akan digantikan seseorang yang berasal dari Indonesia juga.

Sosok Endri Erawan menjadi seseorang yang akan menggantikan peran yang ditinggalkan Ratu Tisha tersebut.

Sementara itu, Ratu Tisha sendiri belum diketahui berperan dalam ranah perjuangan apa nantinya untuk memajukan sepak bola nasional.

Tentu sangat menarik melihat bagaimana keputusan penting yang nantinya akan diambil oleh Ratu Tisha terkait jenjang karier yang ia akan tempuh.

Lalu seperti apa profil dan perjalanan karier Ratu Tisha?

Berikut profil dan perjalanan kariernya.

Dilansir Tribun Wiki, Ratu Tisha lahir di Jakarta pada 30 Desember 1985.

Ratu Tisha lahir dari pasangan Tubagus Adhe dan Venia Maharani dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Jakarta.

Saat masih duduk di bangku SMA, Ratu Tisha sudah aktif di tim bola sekolahnya dengan menjadi manajer bagi timnya.

Berkat campur tangannya, tim bola sekolah Ratu Tisha berhasil meraih juara di beberapa turnamen.

Sebagai siswa berprestasi, Ratu Tisha juga pernah mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar antar budaya negara AFS di Leipzig, Jerman .

Setelah lulus SMA, Ratu Tisha melanjutkan pendidikan strata satunya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan matematika.

Perjalanan Karir

Ratu Tisha yang dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Sekjen PSSI) memang sudah menggemari dunia sepak bola sejak masih duduk di bangku sekolah.

Pada masa remajanya, Ratu Tisha sering kali menjadi manajer tim bola di sekolahnya.

Setelah duduk di bangku kuliah, Ratu Tisha bergabung dalam Persatuan Sepak Bola ITB (PS ITB).

Dalam tim tersebut Ratu Tisha menjadi bagian dari tim manajerial di bawah Liga Mahasiswa Jawa Barat dan Persib.

Ratu Tisha menyelesaikan pendidikan S1-nya pada 2008.

Setelah itu, Ratu Tisha mendapat tawaran untuk bekerja di sebuah perusahaan perminyakan Schlumberger.

Di tahun yang sama, Ratu Tisha juga mendirikan Lab Bola, yaitu sebuah usaha yang bergerak dalam bidang penyedia data analisis di dunia olahraga.

Pada 2013, Ratu Tisha melanjutkan pendidikannya di federasi sepak bola dunia, FIFA.

Ratu Tisha menjadi salah satu dari 28 orang dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa FIFA.

Saat itu, pendaftar pendidikan tersebut ada sebanyak 6400 peserta yang berasal dari penjuru dunia.

Ratu Tisha mengambil beberapa bidang studi seperti Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga.

Setelah menghabiskan satu setengah tahun pendidikan, Ratu Tisha berhasil lolos dengan posisi peringkat 7 dari 28 peserta.

Pada 2017, Ratu Tisha mengajukan diri menjadi salah satu calon sekjen PSSI saat Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020.

Ratu Tisha berhasil terpilih untuk menjadi Sekjen PSSI setelah mengikuti fit and proper test, atau tes uji kelayakan dan kepatutan.

Hal ini juga menjadikan Ratu Tisha sebagai perempuan pertama yang menjadi sekjen PSSI.

Ratu Tisha berhasil menyingkirkan 29 kandidat lainnya menggantikan Ade Wellington yang sebelumnya mundur dari jabatan tersebut.

Di tahun 2019 Ratu Tisha menjabat anggota Komite Kompetisi AFC.

Prestasi Ratu Tisha 

Banyak orang yang tentu mengingat bahwa salah satu tokoh kunci dibalik keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2021 adalah Ratu Tisha.

FIFA secara resmi telah menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U20 2021, Kamis (24/10/2019).

Dalam bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, Indonesia berhasil menyisihkan Brasil dan Peru yang juga mengajukan diri.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, datang langsung ke Shanghai untuk melakukan presentasi.

Hasil presentasi PSSI tentang sepak bola Indonesia yang dibawakan Ratu Tisha mengundang decak kagum bagi FIFA.

Setelah presentasi, FIFA akhirnya mengumumkan Indonesia berhak menjadi tuan rumah event sepak bola yunior terbesar di dunia tersebut.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved