Kamis, 23 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Komunitas Gundama Malang, Kenang Nostalgia Masa Kecil Lewat Robot Gundam

Di Kota Malang, ada sebuah komunitas bernama Gundam Malang atau disingkat Gundama yang merupakan tempat berkumpulnya kolektor robot Gundam

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: isy
Aminatus Sofya/TribunJatim.com
Koleksi pribadi robot Gundam Anggota Komunitas Gundama Malang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Serial anime Gundam tak pernah lekang dari ingatan generasi 90-an. Anime asal Jepang itu mengisahkan dunia yang terancam oleh alien serta monster dan Gundam-lah yang mampu menyelamatkan kehidupan.

Meski telah lewat tiga dekade dan tidak lagi ditayangkan di televisi, Gundam masih punya penggemar.

Di Kota Malang, ada sebuah komunitas bernama Gundam Malang atau disingkat Gundama yang merupakan tempat berkumpulnya kolektor robot Gundam.

Founder Gundama, Roni Eko Wahyudi, mengatakan komunitas itu didirikan untuk mengumpulkan para pecinta Gundam di Kota Malang.

Merakit Gundam, serasa membawanya bernostalgia semasa kecil.

“Dulu waktu kecil pingin beli robot tetapi kan nggak mungkin. Sekarang sudah kerja baru keturutan,” kata Roni, Minggu (26/7/2020).

Anggota Gundama, kata Roni, memang didominasi angkatan 80-an sampai 90-an, atau era saat Gundam ditayangkan di TVRI, TPI dan Indonsiar.

Meski, ada pula anggota generasi 2000 yang mengenal Gundam melalui tayangan streaming.

“Faktornya juga karena finansial ya. Karena jarang anak sekolah punya kemampuan beli robot Gundam. Tapi kami ada beberapa anggota yang masih mahasiswa,” ucap dia.

Di komunitas, anggota saling berbagi ilmu merakit Gundam.

Mereka juga berkolaborasi merancang Gundam paling keren, sehingga tak jarang, robot Gundam dibuat custom alias beda dari karakter aslinya.

“Temen-temen ada yang hobi custom. Jadi ngerakitnya nggak sesuai gambar tapu ditambahi mulai tingginya dan aksesorisnya,” katanya.

Seorang anggota Gundama Oki Prasetyo mengaku menyukai Gundam sejak duduk di bangku SMA.

Baru sekitar enam tahun lalu, keinginan Oki membeli robot Gundam baru terwujud.

“Kalau gabung komunitas baru enam tahun lalu,” ucap Oki.

Oki adalah penggemar robot Gundam custom.

Dia punya prototype NZ-666 Kshatriya yang muncul dalam seri OVA dan novel Mobile Suit Gundam Unicorn.

Robot berwarna hijau itu tampak gagah setelah beberapa bagiannya dipermak oleh dia.

“Saya punya tiga koleksi, NZ-666 Kshatriya ini, sama dua lagi masih proses rakit,” ceritanya.

Oky rela merogoh kocek tak sedikit karena merakit Gundam membuatnya senang.

Kenangan masa kecil juga sering melintas saat merakit robot buatan Jepang itu.

Anggota Komunitas Gundama Malang memperlihatkan koleksi pribadi robot Gundam milik mereka.
Anggota Komunitas Gundama Malang memperlihatkan koleksi pribadi robot Gundam milik mereka. (Aminatus Sofya/TribunJatim.com)

Bisa Jadi Invetasi

Anggota komunitas Gundama lain, Prasetyo Hani mengatakan mengoleksi robot Gundam bisa dijadikan investasi.

Sebab terkadang, sejumlah model kit tak lagi diproduksi alias discontinue, sehingga item tersebut langka dan diburu kolektor.

“Kalau ada yang discontinue itu bisa harganya 2 sampai tiga kali lipat. Kalau kita belinya Rp 150 ribu bisa jadi Rp 500 ribu,” kata Prasetyo.

Rerata, katanya, harga model kit Gundam berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 2,5 juta.

Bergantung ukuran, bahan dan detail.

Semakin besar dan detail sebuah robot, maka lebih mahal pula harganya.

“Ada teman di komunitas ini yang robotnya itu harganya Rp 2,5 juta,” tutup dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved