Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

PSBB Berakhir, Jasa Marga Sebut Volume Kendaraan di Jalan Tol Pandaan-Malang Alami Peningkatan

Jalan Tol Pandaan-Malang alami tren peningkatan volume lalu lintas kendaraan sejak bulan Juni 2020.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Mobil ambulans melintasi Jalan Tol Pandaan-Malang yang sepi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung di Malang Raya pada 24 Mei 2020 lalu. Setelah PSBB Malang Raya berlalu, Jalan Tol Pandaan-Malang kini alami tren peningkatan volume lalu lintas kendaraan hingga 60 persen atau sekitar 18 ribu kendaraan sejak Juni 2020. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Jalan Tol Pandaan-Malang alami tren peningkatan volume lalu lintas kendaraan sejak bulan Juni 2020. PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Minggu (26/7/2020), menyebut kenaikan volume kendaraan itu sebesar 60 persen dari keadaan normal.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Siswantono, mengatakan Peningkatan volume lalu lintas kendaraan secara singnifikan tersebut mulai terlihat setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya berakhir.

"Memang ada kenaikan kendaraan yang melintasi jalan Tol Pandaan-Malang setelah PSBB. Kalau saat PSBB dulu hanya 10-30 persen," kata Siswantono.

Secara nominal, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Pandaan-Malang pada Juni 2020 rata-rata lebih dari 18 ribu kendaraan.

Siswantono menganalisa, peningkatan volume jumlah kendaraan ini menunjukkan mobilitas masyarakat menuju wilayah Malang Raya juga meningkat.

Meski alami peningkatan, pihak PT Jasa Marga Tol Pandaan Malang masih realistis tentang  pemenuhan target pendapatan.

"Kalau dalam satu tahun ini mungkin sulit tercapai. Karena kemarin pandemi Covid-19 lumayan lama sejak bulan April. Jadi secara pendapatan jauh dari target yang diharapkan," ungkap Siswantono.

Ia menyebut jika Covid-19 tidak melanda, periode mudik Lebaran 2020 kemarin seharusnya bisa jadi momen potensial raih pendapatan.

"Kemarin waktu Lebaran itu harusnya lebih, tapi hilang pendapatannya," tutur Siswantono.

Siswantono enggan menerangkan jumlah target nominal pendapatan dari sektor pembayaran tarif jalan tol.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved