Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Ngaku Bisa Datangkan Uang Rp 7 Triliun, Dukun Palsu di Malang Tipu Korban Hingga Puluhan Juta

Modus operandi pelaku menipu korbannya dengan melakukan sejumlah ritual untuk mendatangkan uang Rp 7 triliun

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Tersangka penipuan, MST (30), saat dirilis Polsek Gondanglegi Kabupaten Malang. MST memakai modus sebagai dukun yang mengaku bisa membawa uang Rp 7 triliun kepada korbannya. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - MST mengaku punya kenalan 'ratu' dan mengklaim bisa membawa uang hingga Rp 7 triliun milik ratu tersebut. Namun, itu hanya akal-akalan bulus pria 30 tahun ini untuk menipu sejumlah korbannya.

Petani asal Desa Argotirto, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ini pun mengaku mendapat ilmu sebagai dukun dari Banten. MST tak begitu menjelaskan praktek ritual yang ia lakukan ketika memperdayai korbannya. Pria yang mengaku mempunyai istri 2 ini malah berkilah dirinya tak bisa menggandakan uang.

"Saya tidak bisa menggandakan uang," ucap MST ketika dipaparkan dalam rilis kasus dugaan penipuan di Polsek Gondanglegi, Senin (27/7/2020).

Kapolsek Gondanglegi, Kompol Agus S Hariyanto, menuturkan pelaku ditangkap baru-baru ini.

"Kami berhasil menangkap pelaku penipuan ini pada hari Kamis (23/07/2020). Pelapor merasa ditipu karena pelaku mengaku bisa menggandakan uang sampai 7 triliun," ujar Agus.

Modus operandi pelaku menipu korbannya dengan melakukan sejumlah ritual.

Namun, syaratnya harus menyertakan sejumlah uang dan sepeda motor.

"Bervariasi uang setorannya, ada yang Rp 50 juta. Total korban sejauh ini yang melaporkan diri ada empat orang. Mereka terbuai dengan rayuan si dukun ini (pelaku)," tutur Agus.

Bahkan, sepeda motor yang harus disertakan wajib baru bukan sepeda motor bekas.

"Jadi sepeda motornya itu harus baru. Namun,  saat korban menagih janjinya, pelaku selalu beralasan jika ritualnya belum selesai," terang Agus.

Pelaku berdalih sepeda motor tersebut adalah  tumbal untuk dipersembahkan kepada sosok gaib yang dipercayai oleh sang dukun.

Karena, sosok gaib itu diyakini bisa menghasilkan uang yang berlimpah.

"Malah para korban akhirnya tertipu dan tidak mendapatkan uang triliunan itu," beber Agus.

Selain sepeda motor dan uang, pelaku melakukan ritual dengan tanah kuburan.

Tanah tersebut diletakkan di sebuah wadah.

Syaratnya tanah tersebut harus berasal dari 7 kuburan berbeda.

"Tanah kuburan ini dibawa pelaku saat ritual dan dipercaya dari tanah tersebut keluar emas," ujar Agus.

Kendaraan bermotor roda dua itu sejatinya akan dijual oleh pelaku kepada seorang penadah.

Polisi masih memburu penadah asal Sumbermanjing Wetan.

Ada dugaan jika pelaku terlibat sindikat.

Lantaran sepeda-sepeda motor baru itu dikumpulkan untuk langsung dijual.

"Ada 7 motor yang diserahkan korbannya. Kami amankan total ada 2 kendaraan. Lalu 5 motor  sisanya masih dalam pencarian," ungkap Agus.

Dalam praktiknya, tipu muslihat pelaku dilakukan sejak 2 bulan hingga 3 bulan.

Agus menjelaskan sasaran pelaku melancarkan tipuan sejatinya kepada orang-orang yang berpendidikan.

"Para korban yang berjumlah empat orang itu total secara keseluruhan sudah memberikan Rp 200 juta," jelas Agus.

Polisi menduga jumlah korban bisa bertambah, karena sejauh ini yang melaporkan diri ke polisi hanya empat orang.

"Bisa jadi bertambah," terang Agus.

Seusai menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, puluhan barang ritual dan dua sepeda motor honda jenis sport dan matic.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

"Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara," tutup Agus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved