Breaking News:

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini 28 Juli 2020 Populer: Dukun Palsu Rp 7 Triliun & Target Kasus Corona Turun

Simak berita Malang hari ini Selasa 28 Juli 2020 populer: dukun palsu Rp 7 triliun dan target kasus virus corona atau Covid-19 turun.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Suryamalang.com/kolase M Rifky Edgar/Erwin Wicaksono
Sutiaji dan Tersangka Dukun Palsu 

Polisi menduga jumlah korban bisa bertambah, karena sejauh ini yang melaporkan diri ke polisi hanya empat orang.

"Bisa jadi bertambah," terang Agus.

Seusai menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, puluhan barang ritual dan dua sepeda motor honda jenis sport dan matic.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

"Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara," tutup Agus.

2. Siswi SMK Harus Kost karena Terbatas Sarana 

Mila Miftahul Khasanah, siswa kelas 10 SMK PGRI 3 Kota Malang mengikuti MPLS di sekolah karena tak memiliki peralatan pendukung. HP-nya dipinjamkan ke adiknya yang juga sedang menjalani pembelajaran daring, Senin (27/7/2020).
Mila Miftahul Khasanah, siswa kelas 10 SMK PGRI 3 Kota Malang mengikuti MPLS di sekolah karena tak memiliki peralatan pendukung. HP-nya dipinjamkan ke adiknya yang juga sedang menjalani pembelajaran daring, Senin (27/7/2020). (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Ketika semua proses Sekolah dilakukan secara daring, risiko sarana yang kurang dalam sebuah keluarga menjadi sebuah keniscayaan yang harus dicarikan solusinya bersama.

Kondisi keterbatasan sarana ini tergambar pada Mila Miftahul Khasanah,16, siswa kelas 10 SMK PGRI 3 Kota Malang yang akhirnya harus menjalani MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di sekolah.

Mila bahkan sampai harus kost di dekat sekolahnya supaya bisa menjalani MPLS daring di sekolah tepat waktu.

Ya, siswi yang berasal dari Ngantang Kabupaten Malang itu harus berangkat ke sekolah tiap pagi untuk mengikuti proses MPLS yang dilakukan secar daring.

Mila menjalani MPLS daring di sekolahnya seorang diri di sebuah ruang kelas dengan memanfaatkan fasilitas laptop sekolah, Senin (27/7/2020) .

"Ini hari pertama ikut KCS," jelas Mila pada suryamalang.com. MPLS di sekolah ini disebut KCS (Kegiatan Cinta Sekolah).

SMK PGRI 3 Kota Malang memang memfasilitasi siswanya yang tidak memiliki sarana untuk mengikuti MPLS darinng dengan sarana milik sekolah.

Mila mengaku ia sebenarnya punya peralatan HP untuk mengakses internet, tapi smartphone miliknya dipinjamkan ke adiknya.

"Saya mengalah buat adik. Sekarang kan sedang daring semua karena pandemi Covid-19. Adik saya juga perlu HP," jawab Mila yang berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang ini.

Ia memiih kos dekat sekolahnya yang berada di kawasan Tlogomas.

"Saat pra KCS sudah saya sampaikan ke guru soal ini," paparnya.

Dikatakan, jika siswa tak ada peralatan yang mendukung, maka sekolah memfasilitasinya.

"Nanti kalau sudah mulai pelajaran daring, saya mungkin juga tetap ke sekolah," ungkapnya.

Menurut Adhy Ariyanto, Waka Kesiswaan SMK PGRI 3, sekolah memang melakukan pendataan bagi siswa baru yang tidak memiliki sarana pendukung.

Awalnya tiga orang namun sekarang hanya satu orang.

Bagi siswa baru kelas 10 yang jumlahnya sebanyak 843 siswa saat KCS mendapat subsidi pulsa Rp 50.000 per siswa. Sebab KCS dilaksanakan secara daring.

Menurut dia, kegiatan KCS juga mundur jadwalnya dari biasanya karena sekolah mengerti kebutuhan walimurid terutama di data dan peralatan.

"Kalau semua dilaksanakan bersamaan MPLS-nya, betapa pusingnya orangtua," kata Adhy.

Misalkan dalam satu keluarga, anak-anaknya menjalani MPLS bersamaan.

"Apalagi jika anak baru kan biasanya mau menyelesaikan dengan cepat tugas-tugasnya," kata panitia KCS ini.

Atau bisa jadi dalam satu keluarga hanya memiliki satu HP. Sehingga harus dipakai bergantian.

KCS dilaksanakan sampai Senin pekan depan. Pekan ini sampai Kamis karena Jumat ada Idul Adha.

Senin depan dilaksanakan closing ceremony. Dan Agustus 2020 mulai pembelajaran daring.

Materi KCS beragam setiap harinya. Ada pembahasan soal kesamaptaan, pengenalan program keahlian, tentang disiplin lalu lintas dll.

KCS wajib diikuti oleh seluruh siswa baru. Untuk memantau kegiatan dan pemberian tugas siswa, maka disiapkan dua kelas untuk KCS Centre yang melibatkan 28 guru.

Mereka harus siap sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 15. 00 WIB. Setiap guru di KCS Centre menjadi wali KCS bagi para siswa.

Menurut Kepala SMK PGRI 3, KCS tahun ini memang berbeda. Ada inagurasi MPLS 2020 Skariga sebagai pembuka kegiatan yang dilakukan secara daring.

Pihak sekolah juga mengundang berbagai narasumber termasuk alumni dan pejabat seperti Dirjen Vokasi. Kadindik Jatim Wahid Wahyudi juga datang ke sekolah itu.

3. Target Kasus Corona Turun

Wali Kota Malang, Sutiaji
Wali Kota Malang, Sutiaji (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar)

Jumlah kasus pasien Covid-19 di Kota Malang meningkat signifikan dalam tiga hari terakhir.

Sesuai data Satgas Covid-19 Kota Malang, ada 109 kasus positif Covid-19 dalam tiga hari terakhir.

Dengan jumlah tersebut, maka kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai angka 553 kasus.

Rinciannya, 43 orang meninggal dunia, 172 orang sembuh, dan 338 orang menjalani perawatan.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan peningkatan kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang banyak berasal dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit rujukan.

Penambahan tersebut diakibatkan karena belum dilakukannya treatment sesuai anjuran Sutiaji, maupun treatment yang dilakukan secara klinis.

"Kemarin belum di treatment apa yang seharusnya. Insya Allah sepekan lagi akan terpantau. Sembari kami akan melakukan pertemuan dengan petinggi rumah sakit rujukan," ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Senin (27/7/2020).

Sutiaji menargetkan angka pasien positif Covid-19 di Kota Malang menurun secara perlahan pada Agustus 2020 nanti.

Termasuk menerapkan skema 3T Tracing Tracking dan Treatment kepada pasien yang akan menjalani rapid test ataupun swab.

"Termasuk di kelurahan yang menjadi atensi kami, seperti di Mergosono dan Bunulrejo yang saat ini telah menurun," ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan PDP sangat rentan terinfeksi virus corona.

Pasalnya, kasus PDP di Kota Malang banyak dilatarbelakangi penyakit bawaan atau komorbid.

"Jenis komorbid yang paling banyak diidap oleh kategori meliputi, hipertensi, diabetes melitus sampai gagal ginjal," ucapnya.

Oleh karenanya, proses perawatan dari kategori PDP ini kata Husnul dilakukan melalui treatment secara klinis dan treatment seperti yang dianjurkan Wali Kota Malang.

Meski demikian, proses perawatan sepenuhnya merupakan kewenangan dari pihak rumah sakit yang bersangkutan.

"Kalau sudah dipulangkan kami pantau melalui puskesmas. Keluhannya seperti apa, akan kami sesuaikan dengan treatment yang kami lakukan."

"Selain itu kami juga memberikan terapi suplemen kepada PDP," tandasnya.

(Sylvianita Widyawati/Mohammad Erwin/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved