Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Gelar Rilis Operasi Sikat Semeru 2020, Kapolres Malang: Wabah Corona Pengaruhi Angka Kriminalitas

Operasi Sikat Semeru 2020 pada 6-17 Juli lalu, Polres Malang melakukan pengungkapan 53 kasus tindak pidana kejahatan jalanan dan ada 48 tersangka

erwin wicaksono/suryamalang.com
Rilis Operasi Sikat Semeru 2020 Polres Malang, Rabu (29/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, menerangkan pandemi Covid-19 membuat masyarakat sadar menjaga keamanan tempat tinggalnya, sehingga mempengaruhi angka kriminalitas di Kabupaten Malang.

"Karena Covid-19 setiap desa tingkat keamanannya semakin baik. Jumlah kejahatan menurun dalam beberapa bulan terakhir," ujar Hendri saat gelar rilis di Polres Malang, Rabu (29/7/2020).

Pada periode Operasi Sikat Semeru 2020 pada 6-17 Juli lalu, jajaran Polres Malang melakukan pengungkapan 53 kasus tindak pidana kejahatan jalanan. Ada 48 tersangka yang ditangkap pada kasus tersebut.

Namun, beberapa tersangka yang dipaparkan dalam rilis kali ini, kejadiannya sebelum Covid-19 melanda.

"Rinciannya kejahatan pencurian dengan kekerasan ada 25 kasus dengan 15 orang tersangka. Sedangkan Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor) sebanyak 5 kasus dan mengamankan 5 orang tersangka," ujar Hendri.

Hendri menambahkan, kasus Curas alias Pencurian dengan Kekerasan ada 6 kasus dengan 6 tersangka.

"Ada juga kejahatan penipuan kita berhasil mengamankan 4 kasus dengan penangkapan pada 8 tersangka. Lalu, kejahatan sengan senjata tajam sebanyak 13 kasus dan mengamankan 15 orang tersangka," beber pria asal Solok, Sumatera Barat ini.

Masyarakat diimbau agar mewaspadai modus kejahatan yang dilakukan Tatok dan Solihudin, pelaku kriminal asal Dampit Kabupaten Malang.

Kedua pelaku kejahatan ini memberhentikan kendaraan di tempat sepi. Lalu memukul korban berkali-kali hingga terjatuh dari motor.

Saat terjatuh, pelaku langsung menggasak motor milik korban.

"Kedua tersangka ini adalah residivis yang sidah seringkali melakukan kejahatannya serupa di wilayah Malang Selatan," ujar Hendri.

Lain cerita, seorang pelaku kejahatan bernama Adi Arya memperdayai korbannya dengan senjata api palsu.

"Pelaku itu (Adi Arya) melakukan pemerasan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sekitar Stadion Kanjuruhan. Modusnya, mengancam menggunakan senjata api mainan yang sebenarnya korek api," terang Hendri.

Hendri mengungkapkan, capaian ungkap kasus pada Operasi Sikat Semeru patut dibanggakan.

"Operasi Sikat Semeru ini telah mendapatkan hasil yang cukup baik serta patut kita banggakan bersama," tutur Hendri.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved