Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Ini Berbagai Modus Licik Pelaku Kejahatan yang Terjaring Operasi Sikat Semeru 2020 Polres Malang

Bokir (40) memilih menyasar ibu-ibu saat melancarkan aksi kriminal penjambretan perhiasan.

erwin wicaksono/suryamalang.com
Rilis Operasi Sikat Semeru 2020 Polres Malang, Rabu (29/7/2020). Banyak modus kejahatan yang dilakukan para kriminal yang ditangkap dalam Operasi Sikat Semeru 2020 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Bokir (40) memilih menyasar ibu-ibu saat melancarkan aksi kriminal penjambretan perhiasan. Aksinya tersebut sempat membuat resah warga Gondanglegi.

"Saya bersama teman saya saat cari sasaran. Sebelum itu saya cari lokasi dulu," ujar Bokir saat dipaparkan dalam rilis di Polres Malang, Rabu (29/7/2020).

Pria asal Gondanglegi ini sering melakukan aksinya di area yang sepi di seluruh desa tempat domisilinya. Agar terlihat sangar Bokir bersama temannya yang masih buron selalu membawa senjata tajam.

"Selalu saya ancam dengan senjata tajam kepada ibu-ibu yang jadi korban saya," ungkap pria yang mengaku menjadi pengangguran ini.

Alasan dirinya menyasar kalangan ibu-ibu menjadi korban karena lebih mudah dan sedikit melakukan perlawanan.

Pria yang dulu pernah menjadi tukang parkir di Kepanjen ini menjual barang hasil curiannya guna memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

"Hasilnya untuk dijual agar bisa dapat uang. Saya sasar ibu ibu karena jarang melawan," ungkap Bokir.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, membenarkan aksi kejahatan yang dilakukan Bokir meresahkan warga Gondanglegi.

"Korban banyak yang melapor. Kejahatan curas terhadap ibu-ibu dan berhasil menjambret kalung ataupun perhiasan emas. Kejadian tersebut terjadi di daerah Gondanglegi, dan kita berhasil menangkap pelaku atas nama Bokir,"

Hendri juga meminta kepada masyarakat agar mewaspadai modus kejahatan yang dilakukan Tatok dan Solihudin, pelaku kriminal asal Dampit Kabupaten Malang.

Dua pelaku kejahatan ini memberhentikan kendaraan di tempat sepi, lalu memukul korban berkali-kali hingga terjatuh dari motor.

Saat terjatuh, pelaku langsung menggasak motor milik korban.

"Kedua tersangka ini adalah residivis yang sidah seringkali melakukan kejahatannya serupa di wilayah Malang Selatan," ujar Hendri.

Lain cerita, seorang pelaku kejahatan bernama Adi Arya memperdayai korbannya dengan senjata api palsu.

"Pelaku itu (Adi Arya) melakukan pemerasan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sekitar Stadion Kanjuruhan. Modusnya, mengancam menggunakan senjata api mainan yang sebenarnya korek api," terang Hendri. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved