Virus Corona di Tulungagung

Penularan Corona Mulai Terkendali, GTPP Covid-19 Tulungagung akan Kaji Ulang Kebijakan Pengetatan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung ancang-ancang melakukan sejumlah kelonggaran aturan

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
Pemkab Tulungagung
Data peta sebaran Covid-19 dan pasien corona di Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung ancang-ancang melakukan sejumlah kelonggaran aturan. Hal ini dilakukan seiring berakhirnya masa tanggap darurat corona pada 31 Juli 2020 nanti.

Selama ini ada sejumlah kebijakan untuk memutus mata rantai penularan corona di Tulungagung, antara lain pemberlakuan jam malam dan pembatasan operasional warung kopi (warkop).

“Semua aturan pengetatan itu akan dievaluasi semuanya. Apakah dipertahankan atau dilonggarkan,” terang Wakil Jubu Bicara GTPP Covid-19, Galih Nusantoro, Rabu (29/7/2020).

Saat ini, Tulungagung masuk zona kuning atau risiko rendah.

Lanjut Galih, kebijakan ke depan akan lebih pada pemulihan ekonomi.

Meski demikian kebijakan yang diambil tetap berhati-hati agar tidak ada klaster baru.

“Meskipun tidak ada jam malam, semua tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegas Galih.

Galih mengingatkan, second wave (gelombang ke-2) Covid-19 masih mungkin terjadi.

Peluang ini tetap terbuka meski pun jam malam tetap diberlakukan.

Karena itu yang terpenting masyarakat tahu apa yang harus dilakukan selama pandemi.

“Yang penting masyarakat tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah tertular Covid-19” ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir terjadi kecenderungan penambahan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung.

Data Rabu (29/7/2020), akumulasi pasien terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 256 orang.

Jumlah ini meningkat dua orang dibanding sehari sebelumnya.

Dari total jumlah pasien, 244 dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Sehingga saat ini ada 9 pasien tersisa, tujuh menjalani karantina dan dua menjalani perawatan.

Masih menurut Galih, meski ada penambahan pasien namun situasi di Tulungagung masih terkendali.

Terbukti tidak ada penularan pada level ke-2.

“Jumlah penambahan pasien hampir sama dengan jumlah kesembuhan. Sampai saat ini juga belum ditemukan klaster baru,” pungkas Galih.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved