Breaking News:

Update Zona Merah Jawa Timur 30 Juli 2020: Madiun Zona Kuning, Nganjuk Oranye Kota Malang Batu Merah

Dari update zona merah di Jawa Timur adalah Kota Malang, Kota Batu dan Jombang masuk zona merah daerah resiko tinggi penularan virus corona atau Covid

KOLASE SURYAMALANG.COM
Peta persebaran zona merah Covid-19 di Jawa Timur, Kamis 30 Juli 2020 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut update zona merah di Jawa Timur Kamis 30 Juli 2020 termasuk zona-zona lainnya. 

Dari update zona merah di Jawa Timur adalah Kota Malang, Kota Batu dan Jombang masuk zona merah daerah resiko tinggi penularan virus corona atau Covid-19

Pacitan, Banyuwangi danKabupaten Madiun masuk zona kuning, lalu Pasuruan, Kediri dan Ponorogo masuk zona oranye daerah resiko rendah penularan Covid-19.

Hingga saat ini, tidak ada daerah di Jawa Timur yang masuk dalam zona hijau.

Penetapan zona merah, zona oranye, zona kuning dan zona hijau tersebut sesuai penentuan dari BNPB dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.

Berikut rincian dan ulasan update zona merah di Jawa Timur yang dihimpun SURYAMALANG.COM dari infocovidJatim:

Update Zona Merah Jawa Timur 30 Juli 2020: Madiun Zona Kuning, Nganjuk Oranye Kota Malang Batu Merah
Update Zona Merah Jawa Timur 30 Juli 2020: Madiun Zona Kuning, Nganjuk Oranye Kota Malang Batu Merah (infocovid19.jatimprov.go.id)

- Daftar zona merah (daerah berisiko tinggi penularan Covid-19 Jatim) Kamis 30 Juli 2020

  1. KOTA MALANG
  2. KOTA PASURUAN
  3. GRESIK
  4. KOTA MOJOKERTO
  5. MOJOKERTO
  6. SIDOARJO
  7. KOTA SURABAYA
  8. JOMBANG
  9. KOTA BATU

- Daftar zona oranye (daerah dengan risiko sedang penularan Covid-19) Kamis 30 Juli 2020

  1. BOJONEGORO
  2. MALANG
  3. KOTA PROBOLINGGO
  4. LAMONGAN
  5. TUBAN
  6. NGANJUK
  7. JEMBER
  8. SITUBONDO
  9. PAMEKASAN
  10. PASURUAN
  11. PONOROGO
  12. KOTA BLITAR
  13. KOTA KEDIRI
  14. BLITAR
  15. KEDIRI
  16. SUMENEP
  17. SAMPANG
  18. NGAWI
  19. TRENGGALEK
  20. BANGKALAN
  21. PACITAN
  22. LUMAJANG
  23. MAGETAN
  24. KOTA MADIUN
  25. PROBOLINGGO

- Daftar zona kuning (daerah dengan risiko rendah penularan Covid-19 di Jatim) Kamis 30 Juli 2020

  1. BANYUWANGI
  2. TULUNGAGUNG
  3. MADIUN
  4. PACITAN
  5. BONDOWOSO

- Daftar zona hijau (daerah tidak terdampak Covid-19) Kamis 30 Juli 2020

( Nihil)

- Berita terkait virus corona di Jawa Timur:

1. 42 Ibu Hamil Jatim Terpapar Covid-19, Selain Berisiko Tinggi Tingkat Kesembuhan juga Diklaim Tinggi

 Jumlah ibu hamil yang terpapar covid-19 di Jawa Timur terus meningkat.

Update terakhir dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, jumlah ibu hamil terpapar covid-19 Jatim mencapai 42 orang.

Berdasarkan data kasus ibu hamil terpapar covid-19 terbanyak adalah dari Kota Surabaya, kemudian Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik serta disusul Kabupaten Tuban.

Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan ibu hamil masuk dalam kategori berisiko ketika terpapar covid-19.

Bahkan berdasarkan data, ibu hamil atau kehamilan masuk dalam jajaran empat besar risiko tinggi ketika terpapar covid-19.

Urutannya yaitu diabetes, hipertensi, jantung dan kehamilan.

"Kasus meninggal pada ibu hamil karena terpapar covid-19 sejauh ini di Jatim ada 4 orang. Ibu hamil termasuk risiko tinggi ketika terpapar covid-19 karena kondisi metabolisme tubuhnya sedang tidak seperti orang sehat," kata Jibril, Rabu (29/7/2020).

Akan tetapi berdasarkan data penanganan pasien covid-19, ibu hamil yang terpapar covid-19 juga memiliki tingkat kesembuhan yang juga tinggi. Bahkan ada kesempatan tinggi agar sang bayi tidak juga terpapar covid-19.

Dalam ketentuan kementerian kesehatan juga sudah ada protokol kesehatan dalam menangani persalinan kasus covid-19.

Begitu bayi keluar dilahirkan berdasarkan protokol kesehatan harus langsung cepat cepat dipisahkan dari sang ibu.

Ia mengatakan proses penularan covid-19 adalah human to human melalui droplet. Selama bayi langsung dipisahkan dari ibu yang positif, maka kemungkinan tidak tertular bisa sangat besar.

Bahkan sang bayi bisa dipulangkan lebih dulu dibandingkan sang ibu karena harus menjalani perawatan covid-19.

"Seperti di RSUD dr Soetomo, ruang-ruang perawatan persalinan juga kini sudah dipisahkan perawatannya antara ibu hamil terinfeksi covid-19 dengan bayinya," tegas Jibril.

Ketika ibu hamil terpapar covid-19 memang harus ada penanganan khusus dan harus dimonitor ketat agar tidak ada kasus komplikasi pada ibu dan berimplikasi pada sang bayi.

Namun untuk potensi penularan dari ibu kepada bayi, dikatakan Jibril bahwa berdasarkan peneilitian masih belum ada bukti bahwa ibu menularkan covid pada janin. Penularan terjadi dari droplet atau interaksi setelah lahir.

"Selama penanganannya tepat, cepat dipisahkan dari sang ibu yang terkonfirmasi maka potensi tidak tertular bisa lebih tinggi," pungkas Jibril.

2. 1 ASN Meninggal Karena Corona, Ketua DPRD Batu Tutup Kantor Dewan 2 Pekan

Ketua DPRD Batu, Asmadi, menyatakan saat ini sebagian besar pegawai di DPRD Batu bekerja dari rumah. Hal itu dilakukan setelah adanya satu orang meninggal dunia dan terkonfirmasi positif corona berdinas di DPRD Batu.

Asmadi, melalui sambungan telepon, mengatakan selama ini dirinya tidak pernah mendapat pemberitahuan terkait kondisi kesehatan pegawainya yang terkonfirmasi positif corona. Dirinya baru mengetahui setelah yang bersangkutan meninggal dunia.

“Saat sakit pun saya tidak tahu. Informasinya sudah lama tidak masuk karena ada penyakit bawaan. Masalah meninggal kemarin itu, katanya kena tipes,” ujar Asmadi, Rabu (29/7/2020).

Setelah peristiwa meninggalnya satu orang pegawai, sejumlah pegawai menjalani rapid test antigen yang diperoleh hasil negatif.

Dikatakan Asmadi, ada kekhawatiran dari sejumlah pegawai lainnya, sehingga dilakukan rapid test antigen.

Politisi PDIP ini juga menjelaskan selama dua pekan, DPRD Batu akan tutup, kecuali pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Pegawai yang masuk pun harus mengikuti protokol kesehatan ketat.

“Saya tutup dua minggu, yang pekerjaannya sangat penting tetap bekerja namun sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu terus bertambah setiap harinya.

Terdapat laporan kalau pegawai di DPRD Batu juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya, ada dua orang ASN meninggal dunia yang berdinas di DPRD Batu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori menerangkan, satu dari dua orang yang telah meninggal tersebut dilaporkan terkonfirmasi positif.

Hal itu diterangkan Chori saat menjawab pertanyaan jurnalis yang mengkonfirmasi kasus meninggalnya dua orang di gedung DPRD Batu.

“Hasil swabnya baru satu yang keluar dan dinyatakan positif Covid-19, sementara yang satunya masih belum keluar,” ujar Chori.

Chori mengatakan, hingga 27 Juli 2020, sudah ada sembilan ASN di Kota Batu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ada satu yang dilaporkan meninggal dunia dalam status terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data dari Pemprov Jatim, Kota Batu masuk zona merah per 28 Juli 2020. 

(Fatimatuz Zahro/Benni Indo/Frida Anjani/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Frida Anjani
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved