Breaking News:

Donald Trump Larang Penggunaan Tik Tok di Amerika Serikat, Diduga Terkait 'Jual Beli' Data Warganya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiki rencana larang warganya menggunakan Aplikasi Tik Tok.

kolase Suryamalang.com
Sisi Kiri Presien Amerika Serikat Donald Trump, Sisi Kanan Ilustrasi Tik Tok 

"Satu-satunya tujuan kami adalah tetap menjadi platform yang dinamis untuk dinikmati semua orang," papar Kevin.

"TikTok menjadi target terbaru, tetapi kami bukan musuh," ungkap Kevin.

Mengutip BBC, Kevin Mayer pernah mengatakan, data pengguna aplikasi tidak disimpan di China.

Perusahaan juga mengatakan, mereka tidak akan memenuhi permintaan pemerintah China untuk menyensor konten atau memberikan akses ke data penggunanya.

Lagipula TikTok mengklaim tidak pernah diminta untuk melakukan hal tersebut.

Pakistan Peringatkan TikTok

Selain AS, negara lain juga dengan keras memperingatkan TikTok, satu di antaranya yakni Pakistan.

Sebelumnya, Pakistan juga dilaporkan memblokir platform Bigo Live yang barbasis di Singapura.

Mengutip dari apnews.com, otoritas pengawas mengatakan ada keluhan yang cukup luas tentang ‘konten tidak bermoral, 'cabul' dan vulgar’, pada aplikasi tersebut,

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Telekomunikasi Paksitan mengatakan, konten pada media platform tersebut data memiliki etek negatif.

Halaman
1234
Penulis: Farid Farid
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved