Breaking News:

Donald Trump Larang Penggunaan Tik Tok di Amerika Serikat, Diduga Terkait 'Jual Beli' Data Warganya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiki rencana larang warganya menggunakan Aplikasi Tik Tok.

kolase Suryamalang.com
Sisi Kiri Presien Amerika Serikat Donald Trump, Sisi Kanan Ilustrasi Tik Tok 

“Efeknya sangat negatif pada masyarakat pada umumnya, khususnya kaum muda,” kata keterangan itu, tanpa rincian lebih lanjut.

Sebuah cuitan Twitter dari pihak berwenang mengatakan, mereka mengeluh kepada perusahan yang menaungi platform tersebut.

“Respon dari perusahaan ini belum ‘memuaskan’,” terang pihak berwenang Pakistan.

TikTok Jadi Aplikasi Populer di Kalangan Muda Pakistan

Sebagaimana diketahui, baik TikTok, yang dimiliki raksasa teknologi Beijing ByteDance dan Bigo Live milik perusahaan Singapura digandrungi kawula muda.

Kalangan remaja dan dewasa muda di Pakistan pun menyukai aplikasi ini.

Dalam sebuah wawancara telepon, Kelompok Hak Media Sosial berbasis di Islamabad, BytesForAll, Shahzad Ahmad buka suara.

Hampir 70 persen dari 220 juta populasi merupakan pengguna TikTok, kata Ahmad.

“Pemerintah tengah menguji sejauh mana mereka bisa menyensor,” terangnya.

Dia menyebut langkah ini merupakan awal bagi digalakkannya penyensoran di Pakistan.

Halaman
1234
Penulis: Farid Farid
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved