Breaking News:

Advertorial

Dindikbud Kota Malang Kucurkan Dana Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta

Dindikbud Kota Malang mengucurkan dana operasional bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta

hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang tentang penggunaan dana operasional bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta di aula SMKN 2 Kota Malang, Selasa (4/8/2020) bersama Wali Kota Malang Sutiaji. 

Sedang untuk santri/siswa mendapat Rp 15.000 per bulan untuk jenjang setara SD dan SMP Rp 25.000 per bulan.

Dijelaskan Totok Kasianto, adanya bantuan ini diharapkan mencegah dan membantu siswa putus sekolah karena problem ekonomi keluarganya, kendala geografis dll.

"Serta membantu siswa mendapatkan layanan pendidikan lebih tinggi," papar Sekdin.

Selain itu juga bisa meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar) dan meningkatkan layanan pendidikan di Kota Malang.

Ditambahkan Walikota Malang, bantuan dari pemerintah memang tidak bisa menyelesaikan semuanya.

"Inginnya membantu guru swasta agar gajinya bisa sama dengan UMK. Saat ini kami baru menata di sekolah negeri untuk GTT dengan dihargai dengan UMK," jelas Sutiaji.

Namun Pemkot Malang bertekat membenahi perlahan-lahan untuk guru swasta.

"Saya lakukan ini karena guru adalah orangtua siswa," katanya.

Tugas mendidik anak ada pada orangtua.

Tapi karena keterbatasan literasi dll maka anak dititipkan ke sekolah untuk dididik.

"Pemerintah sangat memperhatikan pendidik," ujar Sutiaji.

Ia berharap pada 2021 ada penambahan lagi meski harus memperhatikan lagi PAD Kota Malang.

Jika pendapat cukup besar, maka bisa dikembalikan lagi ke masyarakat dengan nilai yang lebih besar.

Sutiaji berharap bantuan untuk pendidikan diniyah bermanfaat dalam kondisi saat ini.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved