Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Serangan Tikus Meluas, PPLH Mangkubumi Tulungagung Sebut Karena Burung Hantu Diperjualbelikan

Para petani di Tulungagung tengah menghadapi serangan hama tikus lantaran predator alaminya, burung hantu, ditangkap dan diperjualbelikan oknum warga.

Shutterstock
Ilustrasi burung hantu 

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Para petani di Tulungagung tengah menghadapi serangan hama tikus. Binatang pengerat ini mengganggu tanaman pangan di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Serangan hama tikus ini diyakini karena ekosistem yang sudah rusak. Saat ini hewan predator alami tikus sudah tidak ditemukan di alam.

Menurut Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi, M Ichwan Musyofa, ular sawah telah punah karena ditangkap dan dijual.

"Kini satu-satunya harapan adalah burung hantu," kata Ichwan, Selasa (4/7/2020).

Namun kini nasib burung predator yang aktif di malam hari ini juga mengalami nasib serupa.

"Sekarang burung hantu juga ditangkap dan diperjualbelikan," ungkap Ichwan.

Jual beli burung hantu ini banyak ditemukan di forum-forum jual beli burung lewat Facebook.

Padahal menurut Ichwan, burung ini sangat efektif dalam memangsa tikus.

Burung hantu serak jawa (Tyto Alba) bisa memangsa 2-5 ekor tikus per malam, dan membunuh hingga 10 ekor tikus per malam.

Namun burung ini dengan mudah ditemukan di forum jual beli burung di Tulungagung.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved