Breaking News:

Berita Malang Hari Ini 5 Agustus 2020 Populer: Biaya Pendidikan Naik dan Orang Tua Keluhkan Kuota

Rangkuman berita Malang hari ini 5 Agustus 2020 merupakan kumpulan kabar terkini dan terpopuler di daerah Malang Raya.

Tribunnews.com
Ilustrasi sekolah daring selama pandemi Covid-19 

Penulis: Frida Anjani Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM - Rangkuman berita Malang hari ini 5 Agustus 2020 merupakan kumpulan kabar terkini dan terpopuler di daerah Malang Raya.

Berita Malang hari Ini mencakup kabar tentang biaya pendidikan yang naik turut menyumbang inflasi Kota Malang di bulan Juli 2020.

Selain itu berita Malang hari ini ada juga kabar tentang keluh kesah orang tua yang harus membeli kuota Internet untuk sekolah daring.

Berikut ini rangkuman Berita Malang hari ini dari liputan langsung wartawan di lapangan.

1. Biaya Pendidikan Naik Ikut Jadi Penyumbang Inflasi Kota Malang Juli 2020

Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Kepala Disdikbud Kota Malang Zubaidah saat melakukan peninjauan kegiatan belajar mengajar daring dengan memanfaatkan WiFi gratis di Kelurahan Bandulan, Kota Malang, Senin (4/8/2020).
Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Kepala Disdikbud Kota Malang Zubaidah saat melakukan peninjauan kegiatan belajar mengajar daring dengan memanfaatkan WiFi gratis di Kelurahan Bandulan, Kota Malang, Senin (4/8/2020). (rifky edgar/suryamalang.com)

Biaya pendidikan yang naik menjadi salah satu dari 10 penyumbang inflansi di Kota Malang pada Juli 2020. Inflasi Kota Malang sebesar 0,06 persen.

"Biaya di SD dan SMP juga ada sedikit kenaikan di beberapa sekolah swasta. Sedang negeri tidak karena tidak berbayar," kata Kepala BPS Kota Malang, Drs Sunaryo MSi, Senin (3/8/2020).

Dijelaskan, komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah emas perhiasan, telur ayam ras, krim wajah, parfum, bumbu masak jadi, tahu mentah, cabe rawit, semangka dan pengharum cucian/pelembut. Sedang 10 komoditas penghambat inflasi adalah daging ayam ras, angkutan udara, bawang merah, nie, sabun deterjen; bawang putih, sepatu anak, jeruk dan pasta gigi.

"Sepatu anak nampaknya kurang dicari dalam era pembelajaran daring. Siswa belajar dari rumah tanpa perlu memakai sepatu baru. Penjualan buku tulis nampaknya juga kurang sehingga menjadi komoditas penghambat inflasi," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved