Breaking News:

Berita Gresik Hari Ini

Pasutri Kerjasama Bawa Kabur Sepeda Motor di Driyorejo Gresik, Ditangkap Polisi di Sidoarjo

Selain mengamankan satu unit sepeda Motor Honda Scoopy milik korban,dari tangan tersangka petugas mendapati satu buah dompet.

wartakota
Ilustrasi. 

Penulis : Willy Abraham , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Jombang menjadi buruan polisi karena membawa kabur sebuah motor saat berada di Gresik.

Pasutri bernama I Gede Bagus alias Wahid Hasyim alias Rizal Setiadi (41) beserta istrinya Sholikati (29) itu akhirnya berhasil ditangkap anggota Polsek Driyorejo.

Pasutri yang tercatat sebagai warga Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang itu kini harus mendekam di ruang tahanan dalam kasus penggelapan sepeda motor Honda Scoopy.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Wavek Arivin mengatakan kedua pelaku ini melakukan aksi penggelapan sepeda motor milik seorang pria bernama Alan Frans Wijaya warga Dusun Alang-alang, Desa Caroban RT 01/RW 03 Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Sepeda motor honda Scoopy warna silver berhasil digondol pasutri ini pada Senin (27/7/2020) di sebuah warung kopi di Desa Mojosari rejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pukul 07.30 Wib.

Korban yang melapor saat itu juga, membuat petugas langsung mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi dan pelapor.

Dalam kurun waktu satu minggu Korps Bhayangkara mengendus keberadaan kedua tersangka di rumah kos yang berada di Sidoarjo.

“Pada hari Minggu (2/8/2020) kemarin kedua tersangka kita tangkap di tempat kosnya di Dusun Peterongan, Desa Masangan Kulon, RT 16/ RW 08, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo,” terang Wavek, Jumat (7/8/2020).

Selain mengamankan satu unit sepeda Motor Honda Scoopy milik korban,dari tangan tersangka petugas mendapati satu buah dompet.

Dompet berwarna coklat itu berisi satu buah kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama korban.

Kedua Pasutri ini kini mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Driyorejo. Keduanya dijerat dengan Pasal 378 Juncto 372 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara,” tutupnya

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved