Breaking News:

Update Zona Merah di Jawa Timur Selasa 11 Agustus: Surabaya Zona Oranye, Ngawi Kuning, Blitar Merah

Berikut update zona merah di Jawa Timur Selasa 11 Agustus 2020: Surabaya zona oranye, Ngawi zona kuning, Blitar zona merah.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
Suryamalang.com/kolase freepik.com/infocovid19.jatimprov.go.id/#peta
Ilustrasi masker dan peta zona merah di Jawa Timur update Selasa 11 Agustus 2020 

17. Kabupaten Pamekasan 

18. Kabupaten Banyuwangi 

19. Kabupaten Sumenep 

20. Kabupaten Mojokerto 

21. Kota Mojokerto 

22. Kabupaten Ponorogo 

23. Kabupaten Tulungagung 

24. Kabupaten Tuban 

25. Kabupaten Bangkalan 

26. Kabupaten Jombang 

27. Kabupaten Nganjuk 

- Daftar zona kuning (daerah dengan risiko rendah penularan Covid-19 di Jatim)

1. Kabupaten Pacitan 

2. Kabupaten Magetan 

3. Kabupaten Sampang 

4. Kabupaten Ngawi 

5. Kota Madiun

- Daftar zona hijau (daerah tidak terdampak Covid-19)

Nihil

- Berita terkait virus corona di Jawa Timur:

Petugas Kuburkan Jenazah Covid-19 di Jember Pakai Tangan

Petugas Covid-19 Jember saat menguburkan jenazah covid-19 menggunakan tangan di Kecamatan Ambulu, Jember.
Petugas Covid-19 Jember saat menguburkan jenazah covid-19 menggunakan tangan di Kecamatan Ambulu, Jember. (Kompas.com/Screenshot)

Video viral di media sosial memperlihatkan sepuluh petugas pemakaman menguburkan jenazah pasien Covid-19 menggunakan tangan di Jember.

Dalam video itu terlihat sepuluh petugas memakai alat pelindung diri (APD) lengkap menurunkan pasir menggunakan tangan dan bambu ke liang lahat.

"Tidak ada cangkul, pakai tangan," kata seseorang yang diduga merekam video tersebut.

Setelah ditelusuri, peristiwa itu terjadi di Dusun Karangtemplek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Minggu (9/8/2020).

Para petugas dari dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember itu terpaksa memakamkan jenazah menggunakan tangan dan bambu karena warga tak mau meminjamkan alat seperti cangkul dan sekop.

Camat Ambulu Sutarman membenarkan peristiwa yang terekam dalam video tersebut.

“Sebelum pemakaman, pihak Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan desa sudah mengkondisikan sebaik-baiknya persiapan pemakaman,” kata Sutarman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/8/2020).

Sutarman mengatakan, beberapa warga telah menggali lubang makam untuk jenazah pasien virus corona tersebut.

Sementara, pemakaman jenazah menjadi tanggung jawab petugas dari gugus tugas Covid-19 dibantu puskesmas.

Sutarman menyebutkan, ternyata petugas pemakaman tak membawa peralatan lengkap.

“Petugas tidak membawa alat cangkul waktu itu,” ujar dia.

Warga yang berada di lokasi tak berani meminjamkan cangkul kepada petugas karena takut tertular virus corona baru atau Covid-19.

Sehingga, petugas terpaksa menggunakan tangan.

“Warga wajar kalau takut meminjamkan, karena wabah virus corona masih terus terjadi sampai sekarang,” kata Sutarman.

Menurut Sutarman, peristiwa ini baru pertama kali terjadi.

Sebab, pemakaman jenazah sebelumnya berjalan normal.

Sutarman pun meminta BPBD Jember berkoordinasi dengan Muspika setempat agar kesalahpahaman seperti ini tak terulang.

“Agar tidak terjadi lagi, harus ada koordinasi yang lebih inten dari BPBD kepada Muspika atau desa,” tambah dia.

Sutarman mencontohkan, jika petugas dari BPBD Jember tak memiliki alat, pihak desa atau kecamatan bisa menyediakan alat tersebut.

 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved