Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Universitas Airlangga Gelar Ujian Mandiri Secara Online, Peserta Harus Terlihat di Layar Zoom

Dua sesi ujian pada hari pertama (15/8/2020) dan tiga sesi pada hari kedua (16/8/2020) ujian seleksi Jalur Mandiri Unair berjalan dengan lancar.

SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Rektor Unair saat memantau pelaksanaan ujian mandiri online 

Penulis : Sulvi Sofiana, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Universitas Airlangga menggelar ujian seleksi Jalur Mandiri untuk jenjang Sarjana, Diploma, dan Alih Jenis dilakukan secara online.

Hal ini dilakukan mengingat, kasus pandemi Covid-19 yang masih cukup tinggi di Surabaya sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan ujian secara offline.

Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengungkapkan tim dari Direktorat Sistem Informasi (DSI) dan Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) telah menyiapkan ujian ini dengan maksimal.

Hal itu, terlihat dari dua sesi ujian pada hari pertama (15/8/2020) dan tiga sesi pada hari kedua (16/8/2020) yang berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan ujian dilakukan dengan peserta berada di rumah dan mengerjakan soal secara online, tetapi pengawasan dilakukan secara zoom oleh para pengawas.

Setiap pengawas mengawasi 20 peserta ujian. Dan peserta dipastikan harus terlihat di layar zoom pengawas saat mengerjakan soal ujian.

"Alhamdulillah semua berjalan lancar. Meski ada kendala koneksi di masing-masing daerah peserta, itu lumrah dan ke depan akan menjadi evaluasi bersama untuk melaksanakan ujian maupun kuliah dengan sistem online,"ujarnya.

Ujian yang dilakukan secara online tersebut merupakan kali pertama dalam pelaksanaan seleksi online di lingkungan Unair. Pertimbangan untuk melaksanakan ujian tersebut juga menitikberatkan pada kondisi peserta.

Menurut Prof Moh Nasih, jika harus melaksanakan ujian secara offline justru akan memberatkan peserta ujian.

"Karena ada aturan pemerintah daerah, jika mendatangkan peserta untuk datang ujian ke kampus, mereka juga harus rapid test dan sebagainya. Hal ini justru merepotkan peserta lagi,"urainya.

Ujian mandiri ini dikatakan Prof Moh Nasih berbeda dengb pelaksanaan ujian SBMPTN yang masih tetap offline,pasalny cakupan peserta SBMPTN berbeda dengan Jalur Mandiri.

Jika SBMPTN, sambungnya, cakupan pelaksanaan ujian sudah skala nasional dan mengingat Indonesia tidak hanya Jawa saja.

"Jadi, masih banyak daerah yang terkendala fasilitas untuk memaksimalkan pelaksanaan ujian secara online," tandasnya.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved