Berita Malang

Berita Malang Hari Ini 17 Agustus 2020 Populer: Strategi Pemulihan UMKM & Pesan Sutiaji di HUT RI-75

Berikut berita Malang hari ini Senin 17 Agustus 2020 populer: strategi pemulihan UMKM dan pesan Sutiaji di HUT RI ke 75.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan Sutiaji 

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat beradaptasi di masa pandemi Covid-19 ini.

Adaptasi yang dimaksud tersebut ialah mematuhi protokol kesehatan agar menjadi sebuah kebiasaan.

"Kami selalu mengimbau dari awal, bahwa filosofinya kita harus beradaptasi di masa pandemi Covid-19, agar menjadi sebuah kebiasaan," ucapnya.

Mengubah sebuah kebiasaan dikatakan oleh pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut bukanlah hal yang mudah.

Oleh karenanya, Sofyan Edi Jarwoko dengan Wali Kota Malang, akan terus melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat sampai Covid-19 benar-benar musnah dari bhumi Arema.

Pihaknya juga akan mengajak influencer dari Kota Malang, agar turut serta mengkampanyekan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Memang mengubah kebiasaan tidak mudah, meski kami sudah lakukan imbauan. Maka dari itu, kami lakukan kampanye memakai masker secara masif agar masyarakat bisa lebih disiplin," tandasnya.

3. Ucapan Terakhir Korban Hanyut Sungai Brantas

Lokasi korban hanyut terbawa arus sungai Brantas. Nampak beberapa tim penolong berada di sekitar lokasi kejadian, Minggu (16/8/2020).
Lokasi korban hanyut terbawa arus sungai Brantas. Nampak beberapa tim penolong berada di sekitar lokasi kejadian, Minggu (16/8/2020). (TribunJatim/Kukuh Kurniawan)

Samsul Arifin (22) sempat pamit kepada ayahnya, Ali (58) sebelum hanyut di Sungai Brantas dekat Jembatan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (16/8/2020).

Pria asal Baran Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang itu datang ke Sungai Brantas bersama ayahnya untuk menjaring burung.

Korban sempat pamit untuk mencuci tangan dan kaki di dekat arus sungai.

Sedangkan sang ayah menunggu di pinggir sungai.

Diduga korban terpeleset dan terjatuh, lalu hanyut terbawa arus Sungai Brantas.

"Korban sempat mengucapkan 'aku mulih sik (aku pulang dulu)' kepada ayahnya. Setelah mengucapkan itu, korban jatuh ke sungai," kata Solikin (54), seorang warga kepada SURYAMALANG.LCOM/

Solikin baru setahun menikah.

"Tadi istri dan keluarga korban juga datang ke lokasi," bebernya.

Sampai saat ini petugas dan warga masih mencari korban.

Medan pencarian terbilang sangat berat.

Arus sungai sangat deras, dan lokasi dikelilingi tebing yang curam dan licin.

Petugas menemukan baju korban di titik awal korban mencuci tangan dan kaki.

(Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Kukuh Kurniawan/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved