Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

GIRAFFE Award, Tandai UB Untuk Melaju Ke Tingkat Internasional

Universitas Brawijaya (UB) memberikan penghargaan bagi dosen dan lembaga berprestasi dengan nama GIRAFFE Award

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Humas UB
Rektor Universitas Brawijaya (UB) memberikan penghargaan pada fakultas dengan jumlah sitasi di Google Scholar terbanyak, Senin (17/8/2020) dengan diwakili dekan saat peringatan HUT RI ke 75. Peringkat pertama adalah Fakultas Teknik. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas Brawijaya (UB) memberikan penghargaan bagi dosen dan lembaga berprestasi dengan nama GIRAFFE Award, Senin (17/8/2020).

GIRAFFE merupakan penghargaan yang diberikan bagi dosen dan lembaga seperti prodi, jurusan, dan institutional supporting system seperti badan usaha dan lembaga penelitian.

Indikator GIRAFFE bagi individu atau dosen yaitu mempunyai prestasi dalam jumlah sitasi di google scholar, Scopus, dan jumlah inovasi dalam bentuk paten.

Dijelaskan Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyatakan, pemberian GIRAFFE Award menandai kebangkitan UB menuju internasional.

"Sebelumnya sudah banyak prestasi internasional yang diraih oleh UB," jelas Nuhfil dalam rilis tertulis humas UB.

Seperti 33 program studi telah meraih akreditasi internasional, versi Times Higher Education (THE) UB menempati urutan terbaik ke-4 Indonesia, untuk rangking Asia versi THE berada di urutan 401+, dan QS Asia di urutan 301-305 Terbaik.

Ia berharap, dengan adanya GIRAFFE Award, maka makin memicu para sivitas akademika untuk meningkatkan peringkat UB di kancah internasional.

Sedang Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama UB, Prof Dr Ir Moch Sasmito Djati MS mengatakan GIRAFFE merupakan kepanjangan dari Government, Innovation, Reputation, Alumny, Faculty, Fund, dan Efficiency.

Dijelaskan, posisi UB di kancah internasional ada di dalam kontrak kinerja rektor dengan Dirjen Kemendikbud.

"Salah satu isi kontrak kinerjanya adalah UB harus berada di posisi 500+. Padahal secara institusi saat ini kita masih berada di 800-1000 an dunia," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved