Breaking News:

MotoGP

Jorge Lorenzo Sebut Motor Honda Sulit Dikendarai Sejak Marc Marquez Hadir di Repsol Honda

Jorge Lorenzo gagal mewujudkan ekspektasi para penggemar MotoGP untuk mewujudkan Repsol Honda sebagai sebuah dream team bersama Marc Marquez

Editor: eko darmoko
Tribunnews/Jeprima
Pembalap Moto GP Marc Marquez saat berfoto dengan motornya disela-sela pengenalan tim Repsol Honda di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Si Baby Alien resmi memperpanjang kontrak bersama tim Repsol Honda selama 4 tahun 

SURYAMALANG.COM - Kehadiran Marc Marquez di Repsol Honda membuat motor RC213V semakin sulit untuk dikendarai.

Penilaian ini dilayangkan oleh mantan pembalap MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo.

Jorge Lorenzo gagal mewujudkan ekspektasi para penggemar MotoGP untuk mewujudkan Repsol Honda sebagai sebuah dream team bersama Marc Marquez pada musim 2019.

Sepanjang musim tersebut, performa Jorge Lorenzo terbilang jeblok setelah tak mampu mengimbangi Marc Marquez yang mengumpulkan total 18 podium dengan 12 kemenangan.

Jorge Lorenzo saat masih menunggangi Ducati bersaing melawan Marc Marquez dan meraih gelar juara di MotoGP Austria 2018
Jorge Lorenzo saat masih menunggangi Ducati bersaing melawan Marc Marquez dan meraih gelar juara di MotoGP Austria 2018 (INSTAGRAM/@motogp)

Berbeda dari apa yang ditorehkan oleh Marc Marquez tersebut, Jorge Lorenzo bahkan kepayahan hanya untuk sekadar finis di urutan 10 besar bersama motor RC213V.

Pria berjulukan X-Fuera itu merasa dirinya tak mampu beradaptasi dengan karakteristik yang dimiliki RC 213V hingga akhirnya dia memilih untuk pensiun pada akhir musim.

Padahal, kontraknya masih tersisa setahun lagi.

Dalam sebuah kesempatan, Jorge Lorenzo berdalih bahwa dirinya tak bisa menampilkan performa terbaik lantaran sisi depan motor RC213v dinilai tidak stabil untuk membuatnya melesat.

Aspek stabilitas pada sisi depan itulah yang menjadi kendalanya pada musim tersebut, walau sang partner berhasil menjadi juara dunia dengan motor yang sama.

"Bagi saya akan selalu menjadi hal yang sangat penting untuk memiliki bagian depan motor yang stabil," kata Jorge Lorenzo, dilansir BolaSport.com dari Motorsport-Total.

"Itulah mengapa saya lebih kesulitan dengan motor ini dibandingkan para pembalap lainnya, dan Marc Marquez menjadi satu-satunya yang bisa menang dengan motor ini," ujar Lorenzo.

Lebih jauh lagi, Jorge Lorenzo merasa bahwa motor RC213V yang dikembangkan oleh Honda semakin sulit saja untuk dikendarai terutama setelah kehadiran Marc Marquez.

"Motor ini jelas lebih mudah dikendarai pada masa Casey Stoner dan Dani Pedrosa karena pembalap lain seperti Simoncelli dan Bautista dapat melakukannya," kata Jorge Lorenzo.

"Marc Marquez telah memenangkan enam gelar juara dunia bersama Honda dalam tujuh musim, tetapi motor ini tampaknya menjadi lebih ekstrim."

"Marc Marquez punya gaya balapnya sendiri dan fakta bahwa Honda telah memilih jalannya tentu berdampak negatif pada pembalap lain," ucap Lorenzo.

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved