Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Berita Malang Hari Ini Minggu 23 Agustus Populer: Rekayasa Lalu Lintas & Kebakaran di TPS Mergan

Rangkuman berita Malang hari ini Minggu 23 Agustus 2020 diantaranya rencana Polresta Malang buat rekayasa lalu lintas antisipasi kemacetan arus balik

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin/Istimewa
Rangkuman berita Malang hari ini Minggu 23 Agustus 2020 

Lapas Kelas I Lowokwaru Malang tak hanya dikenal sebagai salah satu lapas tertua di Indonesia, namun juga memiliki program Bimbingan Kerja (Bimker) kepada para warga binaan yang keren.

Salah satu Bimker yang terus dikembangkan oleh Lapas Lowokwaru Malang adalah Bimker Kopi.

Di dalam Bimker Kopi tersebut, sejumlah narapidana yang telah dipilih diajak untuk memproduksi biji kopi menjadi kopi serbuk siap seduh.

Prosesnya pun dilakukan secara mandiri dan manual oleh warga binaan di dalam lapas.

Dalam sehari, mereka dapat menghasilkan 500 sachet kopi bubuk siap seduh yang memiliki berat 25 gram untuk satu sachetnya.

"Jadi kami di dalam Bimker ini kami mengajak warga binaan yang telah berstatus narapidana. Kami ajari mereka untuk memproduksi kopi hingga proses packaging," ucap Penanggungjawab Bimker Kopi Lapas Lowokwaru Malang, Pandu Prabowo.

Biji kopi yang diolah tersebut didapatkan dari biji kopi pilihan yang berada di lereng Gunung Arjuno, atau tepatnya berada di daerah Karangploso, Kabupaten Malang

Jenis kopi yang diolah di dalam Lapas Lowokwaru Malang merupakan kopi robusta dan arabika.

Keduanya dipilih, karena merupakan jenis kopi yang paling umum dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

"Kami memang ingin mengangkat kopi dari lereng Gunung Arjuno. Terutama kopi Malang. Bukan tidak mungkin nanti kopi daerah Gunung Kawi, Jabung dan Dampit juga akan kami produksi di sini," ucapnya.

Dalam proses produksinya, biji kopi tersebut kemudian di sangrai di sebuah wajan yang cukup besar.

Kemudian dihaluskan menggunakan mesin grinder untuk dijadikan bubuk kopi.

Baru setelah itu, bubuk kopi tersebut dikemas ke dalam kemasan sachet berukuran 25 gram siap minum dan kemasan 80 gram kopi bubuk.

"Memang sasaran kami kan untuk warga binaan juga di dalam lapas. Jadi kami buat kopi sekali tuang, yakni bubuk kopi dan gula biar keliatan lebih praktis saat dikonsumsi," ucapnya.

Rencananya, kopi bubuk yang diberi nama L'Sima Coffee tersebut akan dipasarkan ke seluruh lapas yang ada di Jawa Timur.

Namun, untuk sementara ini, kopi bubuk buatan Lapas Lowokwaru Malang hanya dipasarkan dan dikonsumsi oleh warga binaan di dalam lapas.

"Proyeksi ke depan, kami memang ingin menjual ke lapas-lapas lain. Sementara ini hanya bisa ke dalam lapas saja,"

"Tapi yang utama sebenarnya adalah bagaimana warga binaan ini bisa mendapatkan ilmu tentang cara mengolah kopi, dan tata kelola manajemen. Agar saat mereka bebas nanti bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya.

(Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Kukuh Kurniawan/ M Erwin/ Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved