Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

5 Napi Positif Corona, Lapas Mojokerto Lakukan Isolasi dan Tracing

Sebanyak lima narapidana dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas-IIB Mojokerto positif terpapar Virus Corona atau Covid-19

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: isy
mohammad romadoni/suryamalang.com
Lapas Mojokerto di Jalan Raya Taman Siswa, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Ada lima napi Lapas Mojokerto yang positif corona. 

SURYAMALANG.COM | MOJOKERTO - Sebanyak lima narapidana dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas-IIB Mojokerto positif terpapar Virus Corona atau Covid-19. Kelima napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu adalah narapidana laki-laki yang terjerat kasus narkotika dan kasus 378 KUHP atau penipuan dan sudah menjalani hukuman kurungan penjara lebih dari satu tahun di dalam Lapas Mojokerto.

"Kelima warga binaan positif terpapar Covid-19 kini menjalani isolasi di ruangan khusus karantina di dalam Lapas yang lokasinya terpisah dari sel tahanan narapidana lainnya," ujar Kalapas Mojokerto, Wahyu Susetyo, Senin (24/8/2020).

Wahyu menuturkan kelima narapidana itu sebelumnya menjalani rapid test di dalam Lapas Mojokerto yang hasilnya reaktif dan dilanjutkan swab test PCR. Mereka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes Swab PCR pada Sabtu 22 Agustus 2020.

"Ada empat narapidana kasus narkoba dan satu kasus penipuan yang usianya rata-rata sekitar di bawah 40 tahun," jelasnya.

Pihaknya menggunakan ruangan sel tahanan isolasi biasanya dipakai untuk menghukum narapidana yang melakukan pelanggaran kini dimanfaatkan sebagai tempat khusus karantina.

"Mereka  menempati satu ruangan khusus karantina tersebut," ungkapnya.

Masih kata Wahyu, pihak Lapas akan berkoordinasi bersama Pemkot Mojokerto dan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan Tracing terhadap sejumlah narapidana diduga mempunyai riwayat kontak dengan warga binaan yang positif Covid-19.

Setidaknya, ada 45 narapidana akan menjalani Rapid Test lantaran pernah kontak erat dengan yang bersangkutan.

Ia masih menyelidiki dan belum dapat memastikan terkait penyebab lima narapidana itu positif terpapar Covid-19.

"Kami masih akan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan mengenai penanganan lebih lanjut," paparnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga sudah meniadakan jam besuk untuk keluarga narapidana guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di dalam Lapas Mojokerto.

"Kami sudah meniadakan jam jenguk saat Pandemi COVID-19 dan sebagai penggantinya keluarga narapidana dapat menitipkan di petugas Lapas," ucapnya.

Untuk diketahui bahwa kapasitas Lapas Klas-IIB Mojokerto sudah overload.

Jumlah warga binaan kini mencapai sebanyak 642 narapidana yang melebihi kapasitas maksimum.

"Memang overload 100 persen yang seharusnya penghuni Lapas sebanyak 344 narapidana namun sekarang ada 642 orang," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved