Breaking News:

Berita Tuban Hari Ini

Pedofilia di Tuban Dituntut 13 Tahun Penjara, Enam Siswa SMP Jadi Korbannya

Pelaku yang mengalami kelainan seks dengan jumlah korban enam anak di bawah umur tersebut dituntut 13 tahun penjara.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mochamad Sudarsono
Terdakwa kasus Pedofilia Muksin (40), warga Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, saat diungkap Satreskrim Polres Tuban, Kamis (26/3/2020)  

Penulis : Mochamad Sudarsono  , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Masih ingatkah kasus pedofilia yang menjerat Muksin (40), warga Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan? 

Kasus yang ditangani Polres Tuban pada Maret 2020 itu kini telah sampai pada tuntutan di Pangadilan Negeri Tuban.

Pelaku yang mengalami kelainan seks dengan jumlah korban enam anak di bawah umur tersebut dituntut 13 tahun penjara.

"Sidang tuntutan kemarin, dituntut 13 tahun penjara," kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma Buwono dikonfirmasi kasus tersebut, Jumat (28/8/2020).

Dijelaskannya, terdakwa akan menerima putusan tetap pada 3 September mendatang, karena sempat ada penundaan pada sidang putusan.

Untuk hasil putusan sendiri tentu belum diketahui, karena banyak pertimbangan hukum yang harus menjadi dasar putusan. 

"Sidang putusan akan dilakukan 3 September 2020, kalau tuntutan 13 tahun. Kita lihat hasilnya pada sidang putusan nanti," pungkas pria yang juga sebagai hakim itu. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, tersangka telah menipu sebanyak enam korban yang masih berstatus pelajar SMP. 
Enam korbannya yaitu FSA (14) Lamongan, NADGS (13), MSE (15), GAS (13), MJH (12),  FASF (14), dari Kabupaten Bojonegoro.

"Korbannya enam, anak di bawah umur. Masih pelajar semua," ujar AKBP Ruruh Wicaksono saat ungkap kasus, Kamis (26/3/2020).

Mantan Kapolres Madiun itu menjelaskan, pelaku diketahui melakukan aksi bejatnya di sejumlah tempat.

Adapun tempat yang biasa dijadikan lokasi aksi bejat itu di antaranya, kamar kos tersangka di sekitar pos bom Tuban, di atas truk, dan tempat ibadah.

Aksi pelaku terungkap saat para orang tua korban melaporkan anaknya yang tidak pulang ke Polsek Tuban.

Laporan itu kemudian diteruskan ke unit PPA Satreskrim Polres Tuban, hingga berujung pada penangkapan pelaku. 

"Dari keterangan yang didapat, pelaku ini pernah jadi korban seksual juga saat kecil. Kurang lebih tiga tahun dialami, pengakuannya dendam. Terdakwa dijerat UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman 15 tahun penjara," beber Ruruh.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved