Virus Corona di Jatim

Jumlah Sekolah Uji Coba Tatap Muka Akan Ditambah, Besok Dievaluasi Gubernur Jatim Bersama 3 Menteri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Rencananya, jumlah sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka akan ditambah.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membagi masker pada warga Kota Mojokerto, Minggu (30/8/2020). 

Penulis : Fatimatuz Zahroh , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, KOTA MOJOKERTO - Setelah dua pekan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka secara bertahap bertingkat berlanjut untuk jenjang SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan evaluasi.

Rencananya, jumlah sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka akan ditambah.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam wawancara di Kota Mojokerto usai gowes bersama penyintas covid-19, Minggu (30/8/2020).

Namun berapa jumlah sekolah yang akan ditambah masih akan dikoordinasikan bersama tiga menteri besok pagi.

“Evaluasi uji coba pembelajaran kemarin sudah dikoordinasikan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Insya Allah untuk uji coba pembelajaran tatap muka, kita akan menambah beberapa sekolah lagi,” kata Khofifah mengawali penjelasannya.

Selama dua pekan ini, uji coba pembelajaran tatap muka dilakukan di kabupaten kota selain zona merah.

Setiap kabupaten kota yang melakukan uji coba ada sebanyak satu sekolah SMA satu sekolah SMK, dan jika ada, satu SLB yang diuji coba.

Totalnya sekitar 70 an sekolah di Jatim yang menjalankan uji coba sekolah tatap muka.

“Dari total jumlah sekolah itu, siswa yang masuk uji coba hanya 25 persen. Sehari hanya diisi tiga jam pelajaran tanpa istirahat, kantin tidak boleh buka. Pembelajaran uji coba ini butuh kehati-hatian dan butuh persetujuan dari bupati wali kota selaku ketua gugus tugas,” kata Khofifah.

Setelah melakukan uji coba selama dua pekan, Khofifah mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan masukan dan evaluasi.

Hampir semua kepala sekolah, maupun siswa yang ditemui oleh Khofifah menyatakan bahwa mereka lebih memilih untuk belajar tatap muka di kelas dibandingkan dengan belajar online dari rumah.

Hal tersebut menjadi rekomendasi penting sebagai masukan untuk menentukan kebijakan dalam penerapan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Evaluasinya mereka semua memilih belajar di kelas. Kendalanya paling banyak akses internet, lalu juga kalau daring itu tidak bisa tanya jawab, apalagi kalau yang SMA SMK belajar las, perikanan, belajar sambungan listrik, nggak bisa daring harus praktek,” katanya.

Uji coba pembelajaran tatap muka di Jawa Timur ini banyak mendapatkan perhatian dan pemantauan dari pusat.

Dalam dua pekan uji coba di Jatim ini, setidaknya sudah ada tiga dirjen yang ditugaskan turun ke Jatim untuk memantau.

“Maka besok pagi kita akan webinar dengan Mendagri, Menag dan Mendikbud untuk mendiskusikan masalah evaluasi uji coba pembelajaran tatap muka ini,” pungkas Khofifah.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved