Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

RSUD Kanjuruhan Sebagai Rumah Sakit Rujukan Stroke dan Jantung di Kabupaten Malang Masih Wacana

Tahun ini masih penyiapan lahan dulu. Disiapkan tanah 1 hektar.Tahun depan baru dianggarkan untuk mulai dibangun rumah sakit rujukan jantung.

SURYAMALANG.COM/M Erwin
ILUSTRASI - Suasana ruang tunggu di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa (14/1/2020). RSUD Kanjuruhan Sebagai Rumah Sakit Rujukan Stroke dan Jantung sejauh ini masih sebatas wacana 

Penulis : Erwin Wicaksono , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit rujukan penyakit stroke dan jantung ternyata masih sebatas wacana.

Butuh waktu bagi Pemkab Malang untuk menghitung dan menyiapkan anggaran yang dibutuhkan.

"Tahun depan mau kita anggarkan untuk mulai dibangun. Disiapkan tanah 1 hektar. Tahun ini masih penyiapan lahan dulu. Baru tahun depan bahas pembangunan. Melihat anggaran yang ada," ujar Bupati Malang, Muhammad Sanusi ketika dikonfirmasi.

Sanusi menyadari penyakit jantung termasuk berbahaya. Sehingga ia menyerukan kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk merubah gaya hidup. Minimal, melakukan aktifitas fisik.

"Iya nanti arahnya ke sana. Sementara ya sukarela dulu. Baru nanti kalau sudah masif kita wajibkan. Karena harus merubah dulu mindsetnya," kata Sanusi.

Untuk program jantung kepada masyarakat, Pemkab Malang masih mengandalkan Smarthealth. Kata Sanusi, program ini menggandeng tiga perguruan tinggi ternama.

"Universitas Brawijaya, Manchester University dan George Global Institute untuk melakukan riset Smarthealth," beber Sanusi.

Sementara itu, program Smarthealth masih dipusatkan di Kecamatan Kepanjen.

"Hingga kini secara presentase ada 24 persen dari total wilayah yang bisa kami deteksi. Masih banyak lagi yang harus kita deteksi. Karena alat mendeteksinya kan cukup mahal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo.

Mahalnya alat deteksi jantung jadi alasan munculnya program Smarthealth.

Smarthealth dijalankan oleh kader. Setiap kader membawa aplikasi berisi pertanyaan deteksi penyakit jantung.

Jika ada yang terdeteksi, kader akan mengarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan penanganan.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved