Breaking News:

Berita Malang Hari ini

Pengendara Motor Lewat Fly Over di Malang Bakal Didenda Rp 500 Ribu dan atau Penjara 2 Bulan

Pengendara motor yang tetap membandel melintas di fly over di Malang terancam denda Rp 500 ribu dan atau penjara 2 bulan

TRIBUN JATIM/Kukuh Kurniawan
Ilustrasi - Kegiatan operasi penindakan pengendara sepeda motor yang melintas di Fly Over Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (10/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satlantas Polresta Malang Kota gencarkan Penegakan Hukum Lalu Lintas (Gakkum Lantas). Gakkum Lantas itu sendiri akan dikhususkan bagi para pengendara sepeda motor, yang tetap membandel melintas di fly over.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, mengatakan cukup banyak pengendara motor yang tetap nekat melintas di fly over. Padahal tindakan para pelanggar tersebut sangatlah berbahaya.

Ia menyebut seperti kejadian pada Minggu (30/8/2020) di fly over Jalan Laksamana Martadinata, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang. Pengendara motor Honda ADV 150 menabrak bagian depan Suzuki Splash dengan kencang, hingga pengendara motor terluka dan dilarikan ke RSSA.

"Di fly over sudah terpasang rambu larangan melintas, namun pengendara motor tetap saja melanggar rambu larangan tersebut. Oleh karena itu untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut tidak terulang kembali, maka kami gencarkan Gakkum Lantas," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (31/8/2020).

Bagi para pengendara motor yang terbukti melanggar melintas di fly over, pihaknya akan memberikan tindakan tegas.

"Kami berikan surat tilang dan kami kenakan Pasal 287 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Pasal tersebut berbunyi setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu," tambahnya.

Dirinya mengaku belum memiliki data berapa banyak jumlah pengendara sepeda motor yang melanggar melintas di fly over.

"Kalau jumlah rata rata dalam sehari, saya masih belum memiliki datanya. Namun berdasarkan data dari Operasi Patuh Semeru 2020, tercatat dalam sehari lebih kurang sebanyak 50 pelanggar," bebernya.

Dirinya pun juga mengungkapkan rata-rata alasan yang diberikan bagi para pengendara motor yang melintas di fly over hampir sama.

"Para pelanggar beralasan terburu buru, sehingga mengambil jalan pintas lewat fly over. Apapun alasannya, tetap kami lakukan penilangan karena sudah jelas ada rambu larangan melintas," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas.

"Taati peraturan dan rambu lalu lintas agar terhindar dari laka lantas. Karena laka lantas terjadi diawali dari pelanggaranl lalu lintas," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved