Breaking News:

Update Zona Merah di Jawa Timur Rabu 2 September: Probolinggo Oranye, Lumajang Kuning, Tuban Merah

Berikut update zona merah di Jawa Timur Rabu 2 September 2020: Probolinggo zona oranye, Lumajang zona kuning, Tuban zona merah Covid-19.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase Shutterstock/infocovid19.jatimprov.go.id/#peta
Peta sebaran zona merah Covid-19 di Jawa Timur dan ilustrasi masker 

19. Kabupaten Bangkalan 

20. Kabupaten Bondowoso 

21. Kota Probolinggo 

22. Kota Madiun 

- Daftar zona kuning (daerah dengan risiko rendah penularan Covid-19 di Jatim)

1. Kabupaten Situbondo 

2. Kota Kediri 

3. Kabupaten Madiun 

4. Kabupaten Lumajang 

5. Kabupaten Lamongan 

6. Kabupaten Pamekasan 

7. Kabupaten Ponorogo 

8. Kabupaten Pacitan 

9. Kabupaten Tulungagung 

10. Kabupaten Sampang 

11. Kabupaten Ngawi 

12. Kabupaten Sumenep 

- Daftar zona hijau (daerah tidak terdampak Covid-19)

Nihil

- Berita terkait virus corona di Jawa Timur:

Pemkab Tulungagung Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Wakil Jurbir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro
Wakil Jurbir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (david yohanes/suryamalang.com)

Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Tulungagung, masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Tulungagung berakhir Senin (31/8/2020).

Namun karena berbagai pertimbangan, bupati memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

Kabid Protokol dan Kerja Sama Pimpinan Tulungagung, Galih Nusantoro, mengatakan keputusan perpanjangan ini juga mengacu pada kebijakan pusat.

“Ternyata di pusat kan juga memperpanjang masa darurat Covid-19. Bupati mengacu itu karena masih banyak yang perlu dilakukan,” terang Galih, Selasa (1/9/2020).

Pertimbangan lainnya, masih ditemukan pasien baru secara sporadis.

Sejak 28 Agustus 2020, rata-rata penambahan kasus terkonfirmasi covid-19 adalah 3 pasien per hari.

Sedangkan angka kesembuhan 1-2 pasien per hari.

“Secara umum angka kesembuhan kita masih tinggi. Demikian juga penularan juga bisa ditekan,” lanjut Galih.

Penambahan pasien baru ini didominasi oleh Pelaku Perjalanan Derah Transmisi (PPDT).

Selain itu ditemukan juga level satu dari pasien PPDT ini.

Sedangkan untuk penularan level dua dan seterusnya belum ditemukan.

“Artinya kita selalu berhasil melokalisasi penularan. Selama tanggap darurat, upaya prefentif ini yang kita kuatkan,” tegas Galih.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini sekaligus memperpanjang Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

Peran GTPP sangat penting untuk menekan kasus penularan virus corona.

Keberhasilan melokalisasi penularan adalah kuatnya peran tim tracing (pelacakan).

Selain itu meski hanya reaktif rapid test, pasien diminta untuk karantina.

Sehingga jika pasien itu dinyatakan positif, dia hanya melakukan kontak terbatas.

Lebih jauh Galih mengungkapkan, PPDT yang terkonfirmasi kebanyakan warga Tulungagung yang bekerja di luar kota.

“Banyak yang ketahuan setelah terjaring di luar kota. Karena warga kita, akhirnya dikembalikan,” tuturnya.

Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung sebanyak 288 orang.

Tiga orang di antaranya meninggal dunia dan 268 orang sudah sembuah, sehingga masih tersisa 17 pasien.

Dengan demikian prosentase kesembuhan saat ini mencapai 93,06 persen.

(David Yohanes/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved