Breaking News:

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Kamis 3 September Populer: Motor Tua Laku 120 Juta & Ciri Pelaku ATM Mandiri

Berikut berita Malang hari ini Kamis 3 September 2020 populer: motor tua terjual 120 juta dan ciri pelaku penyerangan di boks ATM Mandiri.

Suryamalang.com/kolase David Yohanes/Polresta Malang Kota
Koleksi motor dan sepeda tua serta lokasi ATM Mandiri yang berada di pinggir Jalan Kawi 

Sedangkan sepeda motor tertua yang pernah dijual Eko adalah merek Filler buatan Eropa, tahun 1928.

Sepeda motor ini dijual Rp 120 juta setahun lalu, kepada seorang pensiunan TNI asal Mojokerto.

"Masih ada sekitar 9 motor tua yang saya koleksi. Orang dulu menyebutnya motor kebo," ucap Eko.

Eko mulai mengoleksi sepeda dan motor tua sejak 1988.

Saat itu Eko menjual sepeda motornya, untuk membeli tiga motor tua.

Seiring waktu minatnya terus bertambah, hingga merambah sepeda.

Sekurangnya masih ada 40 jenis sepeda tua yang tersimpan di gudang belakang rumahnya. 

2. Ciri Pelaku Boks ATM

Suasana lokasi ATM Mandiri yang berada di pinggir Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari Inafis Polresta Malang Kota, Senin (31/8/2020). Seseorang tak dikenal tiba-tiba menodongkan senjata ke arah petugas yang sedang melakukan perbaikan ATM tersebut.
Suasana lokasi ATM Mandiri yang berada di pinggir Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari Inafis Polresta Malang Kota, Senin (31/8/2020). Seseorang tak dikenal tiba-tiba menodongkan senjata ke arah petugas yang sedang melakukan perbaikan ATM tersebut. (Polresta Malang Kota)

Polresta Malang Kota masih menyelidiki kasus penembakan dan percobaan perampokan di boks ATM Mandiri, di Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Polisi telah memeriksa dua korban, pegawai SPBU, dan pegawai Bank Danamon.

"Kami akan memeriksa saksi lain yang ada di sekitar TKP pada hari ini," ujar AKP Azi Pratas Guspitu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (2/9/2020).

Azi menduga pelaku tidak menggunakan senjata api, tapi pistol jenis airsoft gun.

"Kami tidak menemukan proyektil atau selongsong di lokasi kejadian. Kami hanya menemukan peluru gotri di trotoar depan boks ATM Mandiri," jelasnya.

Azi mengaku belum mengetahui identitas pelaku.

"Ciri-cirinya, satu pelaku tinggi kurus, memakai penutup muka buff, rambut sekitar 10 - 15 cm, dan tidak memakai helm."

"Sedangkan pelaku lain di atas motor, dan memakai helm. Kami belum tahu jenis motor yang digunakan pelaku. Tetapi sesuai keterangan saksi, pelaku menggunakan motor Honda Vario warna merah," bebernya.

Awalnya satu pelaku mendekat ke arah satpam ATM.

Saat mereka bertatap muka, pelaku berteriak 'woiii', lalu tangan pelaku memegang bahu korban.

"Kemudian pelaku mendorong korban ke depan, langsung mengeluarkan senjata, dan menembakkan ke arah kaca gerai ATM," ungkapnya.

Setelah tembakan pertama, satpam ATM melawan sehingga pelaku menembak ke arah korban.

"Korban menangkis tembakan kedua itu sehingga jari jempol tangan kanan terluka akibat terserempet peluru."

"Lalu pelaku kabur naik motor ke Jalan Tangkuban Perahu. Pelaku menembak lagi ke arah korban yang berusaha mengejar."

"Tapi, tembakan ketiga tersebut meleset dan tidak mengenai korban, dan akhirnya pelaku berhasil kabur," bebernya.

Saat ini pihaknya koordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Jatim terkait jadwal pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Nantinya akan dilakukan penyelidikan terkait pecahan kaca, peluru yang digunakan pelaku, dan arah tembakan di lokasi kejadian," imbuhnya.

3. Dugaan Penganiayaan Remaja 16 Tahun 

Lokasi area pemakaman umum Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Nampak dari kejauhan terlihat tenda berdinding terpal biru, yang merupakan tempat pembongkaran makam dan pemeriksaan jenasah, Kamis (13/8/2020).
Lokasi area pemakaman umum Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Nampak dari kejauhan terlihat tenda berdinding terpal biru, yang merupakan tempat pembongkaran makam dan pemeriksaan jenasah, Kamis (13/8/2020). (TribunJatim/Kukuh Kurniawan)

Polresta Malang Kota masih menunggu hasil autopsi dugaan penganiayaan yang memicu remaja berinisial RS (16) tewas.

"Kami masih koordinasi dengan dokter forensik RS Saiful Anwar (RSSA) soal kapan keluar hasil otopsinya," ujar AKP Azi Pratas Guspitu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (2/9/2020).

Azi berharap hasil autopsi jenazah segera keluar.

"Kami masih menunggu hasil autopsi jenazah dari RSSA. Semoga hasil autopsi bisa keluar dalam pekan minggu ini," jelasnya.

Setelah keluar, pihaknya segera menganalisis hasil autopsi jenazah tersebut.

"Bila dia terbukti menjadi korban penganiayaan, kami akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya," tandasnya.

Sebelumnya, Polresta Malang Kota membongkar makam di area pemakaman umum Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada 13 Agustus 2020.

Pembongkaran makam dilakukan karena ada dugaan jenazah tersebut merupakan korban penganiayaan.

Pantauan di lokasi, beberapa polisi berjaga di sekitar pintu masuk makam.

Ada tenda yang diberi pembatas garis polisi di sekeliling area makam.

Terpal plastik warna biru terpasang di sekitar tenda tersebut.

"Kami mengautopsi jenazah yang telah dimakamkan. Autopsi dilakukan karena ada dugaan bahwa jenazah tersebut adalah korban penganiayaan," ujar Azi saat itu.

Azi menerangkan jenazah tersebut adalah remaja berinisial RS (16) asal Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Awalnya korban diduga mengalami kecelakaan, lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia."

"Setelah korban meninggal, awalnya pihak keluarga menerima bahwa korban meninggal karena mengalami kecelakaan sehingga jenazah korban dimakamkan," jelasnya.

Tak lama kemudian pihak keluarga mendapat kabar bahwa korban meninggal dunia akibat aksi penganiayaan.

Lalu pihak keluarga korban melaporkan hal itu ke Polresta Malang Kota.

Kemudian penyidik membongkar makam dan mengautopsi jenazah korban.

 (David Yohanes/Kukuh Kurniawan/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved