Virus Corona di Jatim

Nyawa 27 Dokter Jatim Terenggut Akibat Covid-19, Surabaya Terbanyak, Malang Urutan Ketiga

Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi: dokter yang meninggal dunia 88 persen tidak dalam tugas menangani langsung pasien covid-19

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sugiharto
Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Kohar Hari Santoso menjelaskan perkembangan perkembangan penyebaran virus covid19 di daerah surabaya sidoarjo dan gresik, Senin (18/5/2020). Jumlah doktetr meninggal terpapar Covid-19 di Jatim mencapai 27 orang 

Penulis : Fatimatuz Zahroh, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pandemi covid-19 belum berakhir di Jawa Timur dan tercatat telah menelan banyak korban jiwa, termasuk dari kalangan dokter.

Sejak Maret 2020 dimana pandemi ini mulai merebak, hingga kini, sudah 27 tenaga medis berprofesi sebagai dokter yang meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi menuturkan bahwa dari 27 dokter yang meninggal tersebut sebanyak 18 orang dokter yang sudah diketahui positif covid-19.

Sedangkan sisanya masih suspect atau kasus probable dengan gejala berat covid-19.

“Dari data kami dari total 27 dokter yang meninggal dunia tersebut 19 di antaranya adalah dokter umum. Lalu 6 dokter adalah dokter spesialis. Dan 2 dokter adalah PPDS,” kata Joni pada SURYAMALANG.COM, Jumat (4/9/2020).

Berdasarkan pemetaan wilayah, dokter yang terbanyak meninggal ada dari Kota Surabaya sebanyak 10 orang, Kabupaten Sidoarjo 4 orang, Malang Raya 3 orang dan Kabupaten Gresik 2 orang.

Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo mengatakan bahwa dokter yang meninggal dunia 88 persen tidak dalam tugas menangani langsung pasien covid-19 di ICU.

Mereka kebanyakan tertular di luar bangsal-bangsal perawatan khusus covid-19.

“Mungkin tertular di UGD, kena di luar atau mereka ternyata merawat pasien yang OTG. Jadi bukan tertular saat merawat pasien covid-19,” tegas Joni.

Sebab di ruang khusus perawatan pasien covid-19 risikonya memang lebih besar, akan tetapi sekuritasnya jauh lebih terjaga.

Penggunaan APD lengkap, ruang isolasi yang menggunakan tekanan negatif, sehingga keamanann Nakes (Tenaga Kesehatan) relatif terjaga.

Ditegaskan Joni, dari 6 dokter spesialis yang meninggal dunia di Jatim, yang paling banyak meninggal dunia adalah spesialis penyakit dalam, kemudian psikiatri. Kemudian disusul dengan dokter spesialis bedah umum, paru, obgyn, dan THT. Serta anastesi, neurologi, pediatri, dan radiologi.

“Angka dokter yang meninggal secara nasional saat ini sudah 101 orang dokter. Maka ini harapannya menjadi pengingat kita bersama, covid-19 ini bukan konspirasi, coba lihat banyak dokter kita yang meninggal dunia, masyarakat harusnya lebih aware agar menurunkan penyebaran covid-19 bersama-sama,” tegas Joni.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved