Selasa, 2 Juni 2026

Video Viral Bocah Bantul Terbawa Layangan Setinggi 3 Meter, Kondisi & Kronologinya Memprihatinkan

Video viral bocah Bantul terbawa layangan setinggi 3 meter, kondisi dan kronologinya memprihatinkan.

Tayang:
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase facebook Harimurti
bocah Bantur terbawa layangan setinggi 3 meter 

Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Seorang bocah di Bantul, Yogyakarta terbang terbawa layangan setinggi 3 meter. 

Insiden bocah Bantul terbawa layangan ini awalnya viral di media sosial Facebook Harimurti usai diunggah Jumat (4/9/2020). 

Setelah kejadian tersebut, kondisi hingga kronologi bocah Bantul terbawa layangan itu cukup memprihatinkan.

Awalnya dalam video berdurasi sekitar 9 detik, memperlihatkan seorang bocah sedang mengganduli layangan yang hendak diterbangkan.

Viral video bocah terbawa layangan terbang hingga terjatuh ke tanah.
Viral video bocah terbawa layangan terbang hingga terjatuh ke tanah. (Facebook Harimurti )

Saat layangan mulai terhempas angin, bocah itu ikut terbawa terbang hingga setinggi sekitar 3 meter.

Celakanya, layangan itu putus dan mengakibatkan bocah tersebut langsung jatuh ke tanah.

Berdasarkan narasi unggahan akun facebook Harimurti, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta.

Sementara bocah tersebut merupakan siswa kelas 9 SMP 2 Sanden.

Akibat insiden tersebut, bocah tersebut mengalami patah tulang dan dilarikan ke RS PKU Bantul.

'Viral Video Bocah Terbawa Layangan hingga Terbang Setinggi Tiga Meter, Jatuh dan Patah Tulang,' tulis Harimurti di keterangan video-nya.

Berikut cupilkan video-nya:

Setelah kejadian viral itu, Kasi Pemasaran RS PKU Muhammadiyah Bantul, Wahyu Priyono, membenarkan adanya seorang pasien yang mengalami insiden saat menerbangkan layangan.

"Benar. Ada 1 anak," kata Wahyu saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/9/2020) siang.

Wahyu menjelaskan, korban terbawa naik layangannya hingga ketinggian 3,5 meter sebelum akhirnya jatuh lagi ke tanah.

Akibatnya, korban yang masih berusia 14 tahun itu mengalami patah tulang dan harus mendapatkan tindakan lebih serius.

"Korban patah tulang di pangkal paha. Saat ini sudah dilakukan operasi dan masih menjalani rawat inap untuk penyembuhan," jelas Wahyu.

Menurut informasi yang diperoleh Wahyu, insiden tersebut terjadi di lapangan Murtigading, Kecamatan Sanden, pada Jumat (4/9/2020) sore.

Sebelumnya, Insiden yang sama juga terjadi di Taiwan beberapa waktu lalu.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, seorang bocah tampak terbang jauh ke atas langit.

Ternyata bocah tersebut terbawa layang-layang raksasa di sebuah festival.

Heboh bocah terbang terbawa layang-layang raksasa di Taiwan
Heboh bocah terbang terbawa layang-layang raksasa di Taiwan (Twitter @itvnews)

Seperti dikutip dari Newsweek (31/8/2020), lokasi peristiwa itu terjadi di Pelabuhan Nanliao, Kota Hsinchu, Taiwan

Insiden terjadi pada Minggu (30/8/2020) dalam festival yang diadakan oleh pemerintah kota setempat. 

Saat kejadian, warga yang berada di lokasi pun histeris dan berusaha meraih bocah yang terbawa layang-layang.

Saat itu seorang gadis yang masih berusia 3 tahun tampak terbang setinggi 10 meter. 

Berikut cuplikan video-nya:

Akibat kejadian itu, Wali Kota Hsinchu buka suara dan akhirnya meminta maaf.

Lewat akun media sosialnya Wali Kota Lin Chih-chien menuliskan permintaan maafnya. 

Lin Chih-chien juga menuliskan bocah itu menjalani pemeriksaan medis setelah peristiwa.

Setelah dirawat dan diperiksa, gadis tersebut kembali ke rumah bersama orang tuanya.

Wali Kota Lin Chih-chien menjelaskan bocah berusia 3 tahun itu menderita luka ringan dan mengalami memar di wajah dan leher.

Permintaan maaf Walikota Hsinchu
Permintaan maaf Walikota Hsinchu (Twitter)

Wali Kota Lin Chih-chien juga mengkonfirmasi pejabat kota menangguhkan kegiatan lebih lanjut.

Penangguhan dijadwalkan berlangsung selama festival layang-layang untuk memastikan keamanan publik.

Tak sampai di situ Wali Kota Lin Chih-chien juga telah mengucapkan maaf langsung ke keluarga korban.

Wali Kota Lin Chih-chien dan pihak berwenang berjanji akan melakukan peninjauan menyeluruh.

Hal itu bertujuan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. 

Terkait insiden yang sedang viral itu, Ketua Perkumpulan Pegiat Layang-Layang Nusantara, Raden Setyo Aji, mengaku prihatin.

Ilustrasi bermain layangan
Ilustrasi bermain layangan (Unsplash/John T)

Setyo menilai, bocah yang menerbangkan layangan hingga ikut terbang, sedikit abai akan keselamatan dalam bermain layang-layang.

"Kan layangan hias itu berat sekali, orang 10 aja mungkin bisa keangkat naik. Apalagi di Bantul kan anginnya besar," kata Setyo dikutip dari Kompas.com, Minggu (6/9/2020).

Sebelum menerbangkan layangan, perlu diperhatikan hal-hal penting seperti tali, kondisi sekitar menerbangkan layangan, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

"Menurut saya itu human error, tidak memperhatikan keamanan," ucapnya.

Selain itu, ia melanjutkan, peran dari pemerintah untuk mewadahi kegiatan bermain layang-layang ini juga dirasa sangat penting.

Pasalnya, bermain layang-layang sudah ada sejak zaman dahulu dan hingga saat ini peran dari pemerintah untuk mengawasi dan membina pemain layangan masih sangat kurang.

"Peran pemerintah di sini sangat penting untuk bisa mengaturnya. Terutama soal keselamatan tadi. Jadi jangan salahkan masyarakat dan layangannya," jelas Setyo.

Adapun tips bermain layang-layang agar aman dari Setyo, yakni harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

- Bermain di tanah lapang.

- Bermain layang-layang harus jauh dari bandara, artinya agar menghindari bandara.

- Jangan bermain layang-layang di bawah tiang listrik.

- Jangan bermain layang-layang di jalan raya atau di dekat jalan raya.

- Jangan bermain layang-layang saat cuaca mendung atau sudah turun hujan.

Jika seluruh komponen bersatu dan menaati peraturan, menurut Setyo, kegiatan menerbangkan layang-layang akan jadi sesuatu yang positif.

"Kalau dikemas jadi sesuatu yang positif. Budaya jalan, pariwisata jalan, ekonomi kreatif jalan, edukasinya juga jalan," tuturnya.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved