Pilbup Malang

Pasangan LaDub dan SanDi Jalani Psikotes 9 Jam di RSSA Malang, Optimistis Melaju di Pilbup 2020

Calon Bupati Malang dari kubu Ladub, Lathifah Shohib optimis dengan hasil yang dia kerjakan dalam psikotes tersebut.

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Calon Bupati Malang dari kubu Ladub, Lathifah Shohib 

Penulis : M Rifky Edgar H , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pasangan calon bupati Malang dan calon wakil bupati malang SanDi dan LaDub (Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono) mengikuti psikotes yang digelar di RSSA Malang, Rabu (9/9/2020).

Mereka menjalani tes selama sekitar sembilan jam.

Psikotes tersebut tidak hanya diikuti oleh kedua pasangan calon dari wilayah Kabupaten Malang saja, namun kegiatan tersebut juga diikuti oleh lima daerah lainnya di wilayah Jawa Timur.

Usai mengikuti psikotes, Calon Bupati Malang dari kubu Ladub, Lathifah Shohib optimis dengan hasil yang dia kerjakan dalam psikotes tersebut.

Keyakinan tersebut nampak, setelah dirinya dengan percaya diri menyelesaikan beberapa rangkaian dalam tes rohani tersebut.

"Alhamdulillah tadi berjalan dengan lancar. Tadi ada 570 soal yang harus saya kerjakan. Dan saya menyelesaikannya dalam waktu dua jam," ucapnya kepada awak media.

Politisi PKB itu mengatakan, bahwa pihaknya tidak memiliki kesulitan berarti saat mengikuti psikotes.

Pasalnya, dirinya pernah mengikuti psikotes saat maju dalam pemilu legislatif di tahun 2019 kemarin.

"Semua lancar. Termasuk tes wawancara juga, ya saya ceritakan keseharian saya sebelum mencalonkan sebagai calon Bupati Malang dalam Pilkada 2020 ini," ucapnya.

Optimisme yang sama juga diucapkan oleh calon wakil bupati Malang dari kubu Sandi, Didik Gatot Subroto.

Dia menyampaikan, bahwa psikotes tersebut merupakan langkah dalam mengukur kesiapan mental bagi masing-masing calon bupati.

Agar nantinya, setelah Pilkada 2020 berlangsung, tidak ada Paslon yang memiliki masalah dalam hal psikologinya.

"Karena psikotes ini akhirnya mengukur sebuah kematangan bagi calon pemimpin. Karena pekejaan ini tidak gampang, dan butuh kematangan untuk keseimbangan," ucapnya.

Politisi PDIP itu juga menyampaikan, bahwa dirinya sebelumnya sudah pernah mengikuti psikotes saat menjadi Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Oleh karenanya, melalui psikotes ini dia optimis nantinya akan berimbas baik kepada kemampuan seseorang saat menjadi seorang pemimpin.

"Karena menjadi pemimpin itu harus dipenuhi dengan seni kepemimpinan. Daya kemampuan seseorang untuk mengatasi gejala-gejala di masyarakat. Kalau itu bisa dilakukan dengan baik, insyallah semua bisa dilakukan dengan matang," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved