Breaking News:

Berita Malang Hari Ini 10 September Populer: Pembunuhan di Bengkel AC dan Investigasi Proyek RSI

Rangkuman berita Malang hari ini Kamis 10 September 2020 merupakan kumpulan kabar terkini dan terpopuler di daerah Malang Raya.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
KOLASE SURYAMALANG.COM
Lokasi proyek RSI Unisma dan ilustrasi mayat 

Terkait insiden meninggalnya empat orang pekerja di proyek tersebut, investigasi yang akan dilakukan terdiri dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Korban meninggal dunia akibat lift proyek perluasan pembangunan perluasan gedung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma terjatuh. Korban saat akan dimasukkan ke dalam mobil ambulans dan dibawa menuju ke RSSA
Korban meninggal dunia akibat lift proyek perluasan pembangunan perluasan gedung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma terjatuh. Korban saat akan dimasukkan ke dalam mobil ambulans dan dibawa menuju ke RSSA (Tribun Jatim/Kukuh Kurniawan)

Dalam hal ini Disnaker PMPTSP melakukan koordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan dari Provinsi Jatim.

Sedangkan untuk aspek ketenagakerjaan, dilakukan dengan cara mengecek kontraktor dan para pekerja.

Akan tetapi, hal tersebut belum bisa dilakukan mengingat karena kontraktor tersebut masih dalam pemeriksaan kepolisian Polresta Malang Kota.

"Sementara ini untuk pekerja yang meninggal dunia dan terluka masih kami dalami pemberkasannya. Termasuk kontraktor dan BPJS Ketenagajerjaan. Harus dilihat di sana," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, proyek pembangunan gedung di RSI Unisma saat ini dihentikan untuk sementara waktu.

Pemberhentian proyek tersebut dilakukan sebagai bentuk sanksi, karena proyek tersebut belum memiliki izin.

Pihaknya juga akan melakukan identifikasi, pengumpulan bahan dan keterangan dari dokumen yang dia dapatkan di lokasi kejadian.

"Kalau untuk penindakan aspek perizinan kami akan koordinasi dengan satpol PP. Sanksinya ya pembangunan harus dihentikan sampai mereka mengurus izin. Kalau sanksi lain ya bisa membongkar seperti semula," ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya apakah para pekerja yang menjadi korban tersebut mendapatkan santunan, pihaknya masih akan melakukan koordinasi hal tersebut dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Dikarenakan, Disnaker PMPTSP tidak memiliki anggaran atau bantuan untuk pemberian santunan.

"Kami tidak ada anggaran untuk santunan. Tapi di Pemkot punya Bansos yang bisa digunakan untuk hal ketentuan anggaran Bansos,"

"Jadi kami harus analisis dulu segala dokumen yang ada dan kami tidak boleh buru-buru," tandasnya.

(Kukuh Kurniawan/Rifky Edga/Frida Anjani/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved