Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Sanksi Denda Hingga Sita KTP Segera Diterapkan bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya

Pemkot Surabaya bakal memberlakukan sanksi berupa denda pada pelanggar yang bandel.

Yusron Naufal Putra/TribunJatim.com
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui di Balai Kota, Kamis (10/9/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya bakal memberlakukan sanksi berupa denda pada pelanggar yang bandel. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakansedang merumuskan aturan khusus terkait hal itu.

"Tak lama lagi, sanksi tersebut akan berlaku. Cuma ini masih dibicarakan mekanismenya," kata Risma, Kamis (10/9/2020).

Risma mengungkapkan, mekanisme yang sedang dibahas itu dilakukan menyeluruh. Baik berupa nominalnya, hingga terkait dengan bagaimana mekanisme untuk masuk ke kas daerah.

"Ini lagi dibahas untuk dendanya berapa, mekanisme bagaimana. Misalnya untuk masuk ke kas daerah bagaimana," kata Risma,

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kota dengan dihadiri para Camat dan jajaran OPD Pemkot, Risma meminta agar pembahasan mengenai aturan itu dilakukan secara cepat, sehingga, bisa segera diberlakukan.

Sementara bagi pelanggar yang masih remaja dan belum memiliki KTP, Risma mengaku akan ada sanksi lain.

Namun, saat ini hal tersebut masih terus dibahas.

"Ini masih dibahas. Tapi yang jelas akan didenda, karena secara aturan sudah memungkinkan untuk itu," ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sebelumnya, sanksi yang sudah diberlakukan oleh Pemkot kepada yang melanggar protokol kesehatan di antaranya hukuman sosial hingga sita KTP 14 hari.

Bahkan juga bisa kena blokir jika dalam waktu yang ditentukan si pelanggar tidak mengambil di kantor Satpol PP Surabaya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved