Virus Corona di Jatim

Awas Klaster Perkantoran, Keluarga dan Klaster Pilkada! Ada 141 Klaster Penularan Covid-19 di Jatim

Patut diwaspadai saat ini adalah munculnya klaster keluarga, klaster kantor dan klaster Pilkada penularan Covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya dalam Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 bersama bupati wali kota se Jatim di Klub Bunga Resort Kota Batu, Jumat (11/9/2020 

Penulis : Fatimatuz Zahroh , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, BATU - Warga  Jawa Timur (Jatim) kini harus mewasapdai klaster perkantoran, klaster keluarga dan klaster Pilkada penularan virus corona atau Covid-19.

Peringatan untuk mewaspadai klaster perkantora, klaster keluarga dan klaster Pilkada itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sesuai petunjuk presiden RI, Joko Widodo.

"Yang juga diingatkan oleh Presiden Jokowi adalah waspada klaster perkantoran, klaster keluarga dan klaster Pilkada. Saya rasa kita akan tetap menjaga komitmen kuat untuk bisa memberikan keselamatan bagi jiwa masyarakat Jawa Timur," kata Khofifah.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menggelar rakor percepatan penanganan covid-19 Jatim dengan mengumpulkan kepala daerah se Jatim, Kapolres dan Dandim se Jatim di Klub Bunga Resort Kota Batu, Jumat (11/9/2020).

Khofifah menyebut hingga saat ini di Jawa Timur sudah ada sebanyak 141 klaster dengan total 2.004 kasus sejak adanya pandemi covid-19 di Jawa Timur.

Pertumbuhan klaster ini masih terus bertambah sehingga segala upaya harus dilakukan agar tidak tumbuh klaster-klaster penularan covid-19 baru.

Dalam kesempatan tersebut ia menekankan, yang kini patut diwaspadai saat ini adalah munculnya klaster keluarga, klaster kantor dan klaster Pilkada.

"Analisa data klaster di Jawa Timur hingga saat ini ada sebanyak 141 klaster penularan di Jawa Timur dengan total 2.004 kasus. Ada klaster pasar dan tempat pelelangan ikan, klaster tempat kerja, klaster pesantren, klaster mall, klaster tempat ibadah, klaster seminar, klaster rumah sakit dan klaster transmisi lokal," kata Khofifah dalam paparannya.

Rinciannya ada sebanyak 31 klaster pasar dan TPI sebanyak 199 kasus, 20 klaster tempat kerja dengan 272 kasus, dan dua klaster tempat ibadah sebanyak 74 kasus.

Selain itu ada 34 klaster lokal transmission dengan 686 kasus, 28 klaster rumah sakit sebanyak 22 kasus, dua klaster seminar sebanyak 191 kasus, satu klaster mall sebanyak 4 kasus, dan satu klaster pesantren dengan 126 kasus.

Bahkan terbaru juga ada klaster lembaga permasyarakatan (lapas) sebanyak 57 kasus, 232 kasus di klaster pabrik, serta klaster kantor sebanyaak 19-50 kasus, dan klaster pesantren sebanyak 622 kasus.

Khofifah meminta agar seluruh pihak sinergi dan terintegrasi dalam penanganan covid-19 di Jatim.

Seluruh upaya harus dilakukan dengan memperhatikan gas dan rem dengan tepat agar pengendalian covid-19 tetap berseiring dengan pemulihan ekonomi.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved