Breaking News:

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Jumat 11 September: Keputusan PKS di Pilbup & Peraih Habibie Awards Meninggal

Berikut berita Malang hari ini Jumat 11 September 2020: Keputusan PKS di Pilbup 2020 dan Penerima Habibie Awards Meninggal Dunia.

Suryamalang.com/kolase/IG UM
PKS dan guru besar UM 

Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Malang hari ini, Jumat 11 September 2020 tentang keputusan PKS di Pilbup 2020.

Selain itu, berita Malang hari ini populer lain juga mengulas Guru Besar UM sekaligus penerima Habibie Awards meninggal dunia. 

Terakhir, berita Malang hari ini mengulas kampanye bermasker di sekitar Balai Kota dan Stasiun Malang

Selengkapnya, sikap uraian di bawah ini:

1. Keputusan PKS Pilbup

PKS bergabung dalam koalisi yang mengusung pasangan Aditya Halindra Faridzki-Riyadi di Pilbup Tuban 2020.
PKS bergabung dalam koalisi yang mengusung pasangan Aditya Halindra Faridzki-Riyadi di Pilbup Tuban 2020. ()

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menentukan sikap dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Trenggalek, Pilbup Blitar, dan Pilbup Malang.

PKS merekomendasi pasangan Alfan Rianto - Zaenal Fanani di Pilbup Trenggalek.

Penyerahan dilakukan di DPP PKS pada 4 Agustus 2020, dan PKS Trenggalek turut mendaftarkan pasangan calon ke KPU Trenggalek pada hari yang sama.

Sedangkan di Pilbup Blitar, PKS mengubah haluan.

Sebelumnya, PKS telah mengusung pasangan Abdul Munib - Niko Bagus pada Rakornas yang digelar pada 29 Agustus 2020.

Namun, setelah pasangan ini batal mendapat rekomendasi PKB, PKS beralih ke pasangan Rini Syarifah - HR Santoso lain yang diusung PKB.

PKS menyerahkan rekomendasi dan form B1-KWK kepada pasangan Rini Syarifah - HR Santoso pada 4 Agustus 2020.

PKS juga turut mengantar pasangan ini mendaftar ke KPU pada hari yang sama.

Sedangkan untuk Pilbup Malang, PKS mengusung pasangan Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono (Ladub).

PKS menyerahkan rekomendasi pada Minggu (6/9/2020).

Dengan turunnya ketiga rekomendasi, PKS telah menuntaskan pemberian 19 rekomendasi untuk Pilkada Serentak 2020 di Jatim.

"Alhamdulillah PKS berpartisipasi penuh dalam gelaran 19 Pilkada 2020 di Jatim.. Kami berikhtiar menghasilkan pemimpin daerah yang sesuai dengan kehendak rakyat," ujar Irwan Setiawan, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jatim.

Irwan juga mengapresiasi kader PKS yang berikhtiar dalam pencalonan pilkada serentak. Sekalipun, pada akhirnya PKS mengusung nama lain karena pertimbangan koalisi dan beberapa faktor.

"Kami sampaikan penghargaan tinggi kepada Pak Muhadi yang telah ikhtiar maksimal di Trenggalek, Bu Reni Astuti di Surabaya, dan Pak Suci Mardiko di Kota Pasuruan. Capaian yang dihasilkan telah sangat luar biasa," ujarnya.

Irwan melanjutkan PKS akan all-out turut memenangkan paslon yang diusung.

PKS akan membentuk tim pemenangan hingga tingkat ranting di seluruh daerah yang akan pilkada.

"Satu hal yang juga kami tekankan adalah pelaksanaan protokol kesehatan dan pencegahan covid-19. Jangan sampai ada kluster baru gara-gara aktivitas pilkada," terangnya.

2. Penerima Habibie Awards Meninggal

Almarhum Prof Drs Effendy MPd PhD, guru besar Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang.
Almarhum Prof Drs Effendy MPd PhD, guru besar Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. (IG UM)

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) dari Prodi Kimia FMIPA, Prof drs Effendy MPd PhD meninggal dunia, Kamis (10/9/2020) di RSSA Kota Malang.

Dia dikenal sebagai ahli kristalografi dan pernah menerima Habibie Awards 2012.

Ifa Nursanti, Kasubag Humas UM menyatakan meninggalnya almarhum bukan karena Covid-19.

"Tapi karena sepsis dan multiple organ failure," jelas Ifa pada suryamalang.com, Kamis (10/9/2020).

Dosen Kimia ini meninggal pukul 08.30 WiB dalam usia 64 tahun. Ia dimakamkan di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Sehari-hari ia mengajar untuk mahasiswa S1, S2, dan S3 di Kimia FMIPA UM. Rumahnya memang di Bululawang.

Pernah suryamalang.com berbincang dengannya pada Januari 2017 tentang kiprahnya di ruang kerjanya.

Selain berbincang soal buku ajar Kimia, ia ternyata masih senang naik angkot saat ke kampus dari rumahnya di Bululawang.

Alasannya ia malas memakai kendaraan pribadi karena problem macet di jalan.

Dari Bululawang ke kampus setidaknya perlu naik angkot dua kali dalam perjalanan waktu yang lama.

Saat itu ia menceritakan tentang buku-buku Kimia yang ditulisnya untuk SMA/MA disertai pesan moral dengan penyisipkan kisahnya bagaimana mendapatkan Habibie Awards.

Sebab ia berhasil mempublikasikan 600 senyawa baru di jurnal internasional dan meraih berbagai penghargaan internasional.

"Tujuannya bukan untuk pamer diri. Tapi agar siswa termotivasi dari bukunya dan menyukai belajar kimia," akunya waktu itu.

Banyak buku yang dihasilkan karena ia konsisten menulis pada dini hari. Karena naik angkot, sampai Bululawang sudah petang dan biasanya sudah capek.

Almarhum kelahiran 29 September 1956 ini selain menulis buku Kimia tingkat SMA juga perguruan tinggi.

Awal menulis buku mapel ternyata saat ditugasi menelaah buku kimia yang akan diterbiitkan.

Hasilnya banyak buku kimia yang tidak memenuhi. Misalkan dari sisi konsepnya. Maka ia menulis agar ada pembandingnya yang lebih baik.

Saat ada RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional), buku kimianya dipakai siswa RSBI dalam Bahasa Inggris.

Dijelaskan dia, menulis buku adalah tanggungjawab ilmuwan untuk bangsanya. Sedang dari sisi agama Islam, untuk mendapatkan pengetahuan, maka perlu membaca.

Maka ia merasa berkewajiban memberikan buku yang bermanfaat pada masyarakat. Almarhum menyukai Kimia saat duduk di SMA Muhammadiyah 1 Malang.

Cara mengajar gurunya yang enak membuatnya suka Kimia. Ia dikukuhkan sebagai profesor di UM pada 2003.

Di IG UM, banyak yang menyampaikan duka cita, termasuk para mahasiswa yang merasa almarhum adalah dosen favorit karena cara mengajarnya enak.

3. Kampanye Bermasker Forkompimda 

Wali Kota Malang, Sutiaji membagikan masker kepada masyarakat di sekitar Balai Kota Malang dan Stasiun Malang, Kamis (10/9/2020).
Wali Kota Malang, Sutiaji membagikan masker kepada masyarakat di sekitar Balai Kota Malang dan Stasiun Malang, Kamis (10/9/2020). (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar)

Forkompimda Kota Malang membagikan masker kepada masyarakat di sekitar Balai Kota Malang dan Stasiun Malang, Kamis (10/9/2020).

Petugas menghentikan beberapa warga yang tidak memakai masker.

Petugas mengimbau warga tersebut agar menggunakan masker ketika beraktivitas.

"Ini bentuk implementasi kami di lapangan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6/2020 dan Peraturan Wali Kota Malang nomor 30/2020," ucap Sutiaji, Wali Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM.

Sejumlah warga yang tidak mengenakan masker diminta untuk membacakan teks Pancasila dan push up.

Sutiaji menyebut hal itu bentuk dari sanksi sosial bagi warga yang membandel tidak mengenakan masker.

"Kami berikan sanksi sosial bagi warga yang membandel. Kalau tidak mau mendapat sanksi sosial, mereka akan dikenai sanksi administrasi berupa denda senilai Rp 100.000," ucapnya.

Sebelum membagikan masker, Forkopimda Kota Malang apel pagi di Balai Kota Malang.

Apel tersebut berlangsung secara khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda, Aremania, komunitas, tokoh masyarakat, dan relawan.

Dalam pidatonya, Sutiaji menyampaikan pemakaian masker merupakan sebuah alat bukti yang menandakan orang tersebut menunjukkan kedisiplinan.

Melalui kedisiplinan itulah, diharapkan masyarakat turut berupaya dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Melalui Salam Satu Jiwa, kita semua harus bersama-sama mengedepankan kedisplinan. Karena sesungguhnya disiplin adalah sebuah keharusan di masa pandemi Covid-19," ucapnya.

Menurut orang nomor satu di Kota Malang itu, tingkat kepatuhan masyarakat Kota Malang terhadap penggunaan masker masih rendah, yakni berada di angka 57 - 60 persen.

Oleh karenanya, gerakan bagi-bagi 40.000 masker dari Polresta Malang Kota dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melawan Covid-19.

"Jadi saat ini kami membagikan masker dan menyampaikan ke masyarakat, kalau pakai masker harus dipakai. Karena masih ada 40 persen warga yang tidak mengenakan masker. Itu tugas kami untuk mengingatkan," ucapnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengimbau masyarakat agar tetap disiplin mengenakan masker.

Dia menganalogikan, apabila ada dua orang yang tidak memakai masker secara bersamaan, maka kemungkinan terpapar Covid-19 sekitar 75-100 persen.

Apabila dari dua orang tersebut salah satunya mengenakan masker, resiko terpaparnya 25 persen.

Namun, jika keduanya memakai masker dengan jarak satu meter, maka resiko penularan Covid-19 sekitar 5 persen.

"Itu adalah pesan dari WHO yang saya sampaikan. Karena penggunaan masker itu penting di masa pandemi Covid-19," tandas Leo.

(Bobby Constantine Koloway/Sylvianita Widyawati/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved