Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Bea Cukai Malang Sarankan Bangun Kawasan Industri Rokok

KPPBC Tipe Madya Cukai Malang mencetuskan ide pembuatan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

SURYAMALANG.COM/M Erwin
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, Latif Helmi 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang mencetuskan ide pembuatan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

"Tapi, permasalahannya adalah harus ada lahan 200 meter persegi. mayoritas produsen rokok ilegal tidak punya lahan," ujar Latif Helmi, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (14/9/2020).

Latif berupaya menyediakan lahan seluas sekitar lima hektare.

Latif menambahkan ada tipologi kawasan industri merujuk pada luas lahan.

Penggolongan tersebut didasarkan pada golongan usaha kecil menengah (UKM) atau bukan.

"Sesuai ketentuan, perindustrian non-UKM itu butuh lahan seluas 50 hektare. Sedangkan perindustrian UKM seluas 5 hektare," kata Latif.

Kawasan industri rokok itu akan mengusung konsep kawasan terpadu.

Nantinya kawasan industri rokok bisa dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan pemerintah daerah.

"Pemkab bisa pakai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)," jelas Latif.

Latif menerangkan kawasan industri rokok itu bisa dibangun di Kabupaten Malang.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved