Berita Malang Hari Ini

Kepala Bea Cukai Malang Sebut Penjual Tembakau Iris Bisa Terancam Pidana

Jika tak sesuai regulasi, penjualan tembakau iris bisa dikenakan hukuman pidana.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, Latif Helmi 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Peredaran tembakau iris sedang marak di masyarakat. Tembakau tersebut biasanya dijual dengan takaran per gram.

Jika tak sesuai regulasi, penjualan tembakau iris bisa dikenakan hukuman pidana.

"Kalau terbukti ada tersangka dan barang bukti sanksinya penjara paling lama 8 tahun dan denda," ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, Latif Helmi ketika dikonfirmasi Senin (14/9/2020).

Terkait legalitas, produsen tembakau iris harus melaporkan ke bea cukai sebelum menjualnya ke pasaran.

"Tembakau iris ini harusnya dia melapor dan ada merknya dulu," tutur Latif.

Namun, sejauh ini belum ada laporan tentang dari produsen rokok iris tentang legalitas penjualan.

"Sejauh ini belum ada laporan. Kalau eceran gak ada merknya itu termasuk ilegal," kata Latif.

Jika dibiarkan ilegal, peredaran tembakau iris akan merugikan negara.

"Jadi harus ada cukainya. Tembakau iris ini kan kecil ya," ungkap Latif.

Latif menyatakan jika pihaknya rajin melakukan razia.

"Kalau kita tiap waktu ada razia," beber Latif. 

Namun, razia tersebut sejauh ini hanya menyasar rokok batangan ilegal.

Bukan tembakau iris. 

"Sejauh ini ada 6 juta batang rokok ilegal. Tembakau iris belum pernah," terang Latif. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved