Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

18 Paket Pengadaan di Pemkot Batu Terlelang Senilai Rp 26,6 Miliar

ULP mencatat rencana umum pengadaan (RUP) dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Batu sebanyak 62 paket

Pemkot Batu
Kabag Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Onny Ardianto 

SURYAMALANG.COM | BATU - Unit Layanan Pengadaan (ULP) mencatat rencana umum pengadaan (RUP) dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Batu sebanyak 62 paket. Meski begitu, hingga saat ini masih 18 paket yang sudah tuntas.

Kabag Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Onny Ardianto, menuturkan, 18 paket yang telah dilelang bernilai Rp 26.6 miliar. Paket Rp 26 miliar tersebut terdiri atas saprodi revitalisasi lahan pertanian di Dispertan dengan harga penawaran Rp 320 juta.

Kemudian, pengadaan belanja bahan obat-obatan dan bahan medis di Dinkes Kota Batu senilai Rp 359 juta. Sedangkan dua paket pekerjaan milik Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) masih dilakukan peninjauan dokumen terkait detail spesifikasi teknis, yakni, paket pekerjaan pembangunan rolling door Pasar Sidomulyo dengan pagu anggaran Rp 439 juta, serta pekerjaan sarana prasarana Pasar Sayur dengan pagu anggaran Rp 2 miliar.

"Lelang juga sempat terkendala karena kebijakan pergeseran anggaran di seluruh OPD, imbas dari pandemi Covid-19," kata Onny, Jumat (18/9/2020).

Konsekuensinya, beberapa proyek lelang dihentikan.

Totalnya ada 12 paket dengan total anggaran Rp12 miliar.

Seperti paket lelang dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berupa rehabilitasi gedung fasilitas layanan perpustakaan umum kota bernilai Rp 2 miliar.

Kemudian lelang peningkatan jalan ruas Sumberejo-Songgokerto bernilai Rp 1 miliar  yang berada di Dinas PUPR.

Kata Onny, pihaknya intens berkoordinasi agar OPD segera mengirimkan berkas lelang untuk menghindari molornya proses lelang.

"Dengan begitu, akan berkorelasi secara inheren terhadap pelaksanaan pekerjaan," sambungnya.

Ia berharap, seluruh OPD bisa merampungkan berkas lelang hingga akhir September 2020.

"Kami tidak bisa memastikan kapan OPD sudah siap menyerahkan karena sudah ada di RUP. Proses tender juga sudah dijadwalkan di tiap-tiap OPD," paparnya.

Ia berpendapat, paling tidak, OPD bisa memperkirakan efektivitas jangka waktu pekerjaan, mengingat waktu yang dibutuhkan berbeda-beda di setiap pengerjaan proyek.

"Semisal, pengerjaan konstruksi, lebih baik, ditenderkan di triwulan pertama, agar jangka waktunya tercukupi. Semakin cepat pengajuan maka akan semakin baik," pungkasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved