Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

DPK Kota Batu Surati Dinas Terkait agar Memperhatikan SLF, Ini Tujuannya

Demi menunjang keselamatan bersama, bangunan harus mengantongi sertifikat laik fungsi atau SLF

benni indo/suryamalang.com
Ilustrasi - Petugas pemadam kebakaran melakukan praktik pemadaman api dalam kegiatan pengasahan skill petugas PMK di halaman selatan Stadion Brantas, Jumat (11/9/2020). 

SURYAMALANG.COM | BATU – Demi menunjang keselamatan bersama, bangunan harus mengantongi sertifikat laik fungsi atau SLF. Sistem keselamatan dan keamanan gedung tersebut telah diatur dalam UU nomor 28 tahun 2002 dan Permen PUPR 19/PRT/M/2018 tentang penyelenggaraan IMB gedung dan SLF.

Dinas Penanggulangan Kebakaran (DPK) Kota Batu melayangkan surat rekomendasi kepada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK). Surat itu secara garis besar mendorong agar DPMPTSPTK dapat menyelenggarakan Permen.

Kepala DPK Kota Batu, Himpun, menerangkan ketentuan itu merujuk pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sudah menerbitkan Permen Nomor 19/PRT/M/2018 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan Gedung (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung.

"Dengan tegas aturan ini menyatakan, setiap pendirian bangunan gedung diwajibkan untuk memiliki SLF. Salah satu poinnya memitigasi musibah kebakaran," tutur Himpun.

Dikatakannya, bukti autentik keabsahan operasional karya bangunan gedung dan bentuk mitigasi dini menjamin keselamatan serta keamanan, sehingga bisa meminimalisir kejadian yang tak diinginkan, seperti musibah kebakaran.

“SLF yang diajukan ke Dinas Perizinan, dalam penerbitannya memerlukan rekomendasi dari beberapa dinas. Mulai Ketenagakerjaan, Penanggulangan Kebakaran dan PLN,” ujarnya.

Kasi Penanggulangan Kebakaran DPK Kota Batu Supriyanto, mengatakan SLF harus dikantongi, sebelum bangunan gedung diserahkan pada pemiliknya.

DPK akan melakukan peninjauan syarat kelaikan teknis sebagai parameter keselamatan dan keamanan gedung dari resiko musibah kebakaran.

Penyebab utama kebakaran gedung seringkali dipicu arus pendek listrik.

"Harapan kami, SLF bisa diterbitkan setelah ada lampu hijau dari DPK,” paparnya.

Penilaian juga dilakukan pada baku mutu alat pendeteksi dan pencegah kebakaran.

Lalu, jalur evakuasi harus juga disediakan.

Jika dinyatakan sudah memenuhi persyaratan, maka rekomendasi penerbitan SLF bisa diberikan.

"Jadi sebisa mungkin kejadian yang membawa dampak merugikan harus bisa diminimalisir. Bagaimana caranya bisa dicegah agar tak terjadi," tandasnya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved