Breaking News:

Pilwali Blitar

Aturan di Pilwali Blitar 2020, Mulai Rekening sampai Sumbangan Dana Kampanye

KPU Kota Blitar membatasi besaran sumbangan dana kampanye untuk pasangan calon di Pilwali Blitar 2020.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
Tribunnews
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - KPU Kota Blitar membatasi besaran sumbangan dana kampanye untuk pasangan calon di Pemilihan Wali Kota atau Pilwali Blitar 2020.

Sumbangan dana kampanye dari partai politik (parpol) dibatasi maksimal Rp 750 juta.

Sedangkan sumbangan dana kampanye dari perseorangan maksimal Rp 75 juta.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Hernawan Miftakhul Khabib mengatakan pihaknya menggelar bimtek soal dana kampanye dilakukan setelah penetapan pasangan calon di Pilwali Blitar 2020.

Bimtek diikuti tim sukses pasangan calon, Bawaslu, dan stakeholder.

Bimtek itu sekaligus sosialiasi beberapa hal yang harus disiapkan tim sukses pasangan calon menghadapi pelaksanaan kampanye.

Tim sukses pasangan calon harus segera mengirim laporan awal dana kampanye (LADK) dan laporan sumbangan dana kampanye (LSDK) ke KPU.

"Penyerahan LADK dan LSDK mulai 25 September 2020 dan pada H-2 pemungutan suara, tim sukses harus menyerahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) ke KPU," ujarnya.

Tim sukses juga segera membuat rekening khusus dana kampanye.

Rekening dana kampanye tidak boleh gabung dengan rekening calon maupun rekening parpol.

"Sesuai PKPU nomor 5/2017, hari ini merupakan hari terakhir pembuatan rekening dana kampanye," katanya.

KPU Kota Blitar sudah menetapkan Santoso-Tjutjuk Sunario dan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto sebagai peserta Pilwali Blitar 2020, Rabu (23/9/2020).

Setelah ditetapkan, dua pasangan calon akan mengikuti masa kampanye di Pilwali Blitar 2020.

Sesuai jadwal, pelaksanaan kampanye dimulai pada 26 September 2020 hingga 71 hari ke depan.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved