Breaking News:

Pilkada Malang 2020

Klarifikasi KPU Kabupaten Malang Seusai Kericuhan Sidang Pengundian Nomor Urut Pilkada Malang 2020

KPU Kabupaten Malang memberikan penjelasan terkait pelarangan wartawan memasuki ruang sidang terbuka penetapan nomor urut Pilkada Malang 2020

erwin wicaksono/suryamalang.com
Suasana berkerumun di luar ruang sidang terbuka pengundian nomor urut pasangan calon, Gedung DPRD Kabupaten Malang pada Kamis (24/9/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - KPU Kabupaten Malang memberikan penjelasan terkait pelarangan wartawan memasuki ruang sidang terbuka penetapan nomor urut calon pada Kamis (24/9/2020).

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, menyatakan jika pihaknya hanya menerapkan regulasi. Peraturan tersebut tercantum dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020.

"Partai saja loh gak boleh masuk," terang Dika ketika dikonfirmasi.

Dika menegaskan, KPU Kabupaten Malang tetap memberi kesempatan bagi media untuk melakukan dokumentasi peliputan.

"Tapi untuk pers, ada sesi dokumentasi," katanya.

Poin yang tercantum dalam Pasal 55 PKPU Nomor 13 tahun 2020 memaparkan, pengundian nomor urut hanya boleh dihadiri beberapa orang, di antaranya pasangan calon, 2 orang perwakilan dari Bawaslu, 1 orang penghubung calon dan 5 orang anggota KPU

"Kami menegaskan tidak dapat memberi ruang kepada undangan selain yg disebutkan di Pasal 55 tersebut," jelas Dika.

Dika membenarkan pihaknya tidak punya pilihan selain mematuhi peraturan.

"Memang ada aturan baru yang harus kami patuhi," jelasnya.

Mencegah timbulnya kerumunan, jadi alasan kuat KPU Kabupaten Malang melarang wartawan memasuki ruang sidang terbuka.

"Agar tidak terjadi kerumunan di dalam ruangan," tutup Dika.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved