Breaking News:

Berita Madiun Hari Ini

Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1635 Kasus Hingga Agustus 2020, Mayoritas Istri Gugat Cerai

kasus cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh istri selama delapan bulan terakhir ada 1135 kasus. Cerai talak 500 kasus

suryamalang.com
ILUSTRASI 

Penulis : Rahardian Bagus , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Kasus perceraian di Kabupaten Madiun selama pandemi Covid-19 cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama sejak Januari hingga Agustus 2020 tercatat 1635 kasus perceraian di Kabupaten Madiun, dan hampir 92 persen kasus tersebut sudah terselesaikan.

Sedangkan data perceraian selama masa pandemi Covid-19, Maret hingga Agustus mencapai 989 kasus.

Faktor utama atau penyebab angka perceraian di Kabupaten Madiun yakni masalah ekonomi.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, Zainal Arifin, mengatakan angka perceraian di Madiun selama delapan bulan tersebut merupakan data total cerai gugat dan cerai talak.

Dari jumlah tersebut, kasus cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh istri selama delapan bulan terakhir ada 1135 kasus.

Sedangkan cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami selama delapan bulan terakhir ada 500 kasus.

Selama periode Januari hingga Agustus 2020, kasus paling tinggi untuk cerai gugat dan cerai talak yaitu pada Februari. Cerai gugat ada sebanyak 299 kasus dan cerai talak ada 120 kasus.

“Angka kasus perceraian pada April dan Mei cenderung menurun. Untuk cerai gugat hanya 31 kasus dan cerai talak ada 57 kasus. Namun angka perceraian kembali naik pada Juni hingga Agustus,” kata Zainal, Kamis (24/9/2020).

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved