Travelling

Aturan Baru bagi Pengunjung Kawah Ijen Banyuwangi, Jangan Lupa Cek Kuota

Ada aturan baru bagi pengunjung Kawah Ijen Banyuwangi. Bagi yang mau berkunjung, catat aturan baru itu.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Nur Ika Anisa
Kawah Ijen, Banyuwangi. 

Munculnya membuat langkah jauh lebih cepat.

Apalagi selepas pos lima, medan tracking mulai landai. Berkelok namun tetap satu jalur satu kilometer sampai puncak.

Menyusuri tebing, melihat pegunungan. Terlihat gagahnya Gunung Raung dan punggung Gunung Ranti.

Bau belerang mulai tercium. Tanda puncak semakin dekat. Lalu lalang penambang mulai terlihat.

Birunya kawah menyambut, sinar kemerahan matahari terbit menambah indah pemandangan.

Tak lengah hanya di pinggir kawah. Waktu yang tepat untuk menuju spot instagramable yaitu ranting dan lidah api. Sekitar 500 meter dari kawah.

"Keindahan sunrise hanya bisa dilihat sekitar tiga bulan. Waktu yang tepat bulan Juli, Agustus dan September. Hanya memang tidak boleh turun ke kawah," kata Viki, pemandu lokal.

Dulu jika mendaki kawah ijen tidak ada cara lain kecuali berjalan kaki. Kini ada alternatif bagi pendaki yang ingin menikmati kawah tanpa capai yaitu dengan ojek troli.

Anda kalian bisa pulang pergi menaiki troli yang ditarik oleh para ojek atau penambang dengan membayar Rp 900.000.

"Ini tinggal 5 persen, ekonomi goyang semua. Sebelumnya paling sedikit hari biasa 500-1000 pengunjung," kata Asrin, penambang belerang.

Penambang belerang sejak 32 tahun lalu itu mengaku kunjungan wisatawan tak lagi ramai.

Dia yang juga mengelola warung di sekitar Paltuding Kawah Ijen mengaku terdampak. Tak ada turis yang datang. Wisatawan domestik juga tak ramai.

"Saya memperbarui sumber belerang, sekarang (wisatawan) lokal terbatas, tidak penuh, mudah-mudahan seperti semula (sebelum Covid)," terangnya.(Nur Ika Anisa)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved