Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Pemkot Akan Buat Saluran Air Baru Untuk Antisipasi Banjir di Sekitar Jalan Suhat, Kota Malang

Pemkot Malang akan membuat saluran air baru untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda sekitar Jalan Suhat.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Hadi Santoso 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang akan membuat saluran air baru untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda sekitar Jalan Soekarno Hatta hingga Jalan Borobudur Kota Malang,

Saluran tersebut akan diarahkan menuju Sungai Brantas di bawah Jembatan Soekarno Hatta.

Upaya yang bakal dilakukan oleh Pemkot Malang tersebut juga dalam rangka menyambut musim hujan yang mulai melanda Kota Malang.

"Intinya semua air yang berasal dari Perumahan Griyasanta dan Permata Jingga akan kami buang ke Sungai Brantas. Jadi kami bikin saluran air baru," ucap Hadi Santoso, Kepala DPUPRPKP Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (30/9/2020).

Dia mengatakan selama ini buangan air dari dua perumahan tersebut selalu mengarah ke daerah Borobudur dan Kedawung.

Air tersebutlah yang mengairi lahan baku sawah yang berada di daerah Pandanwangi maupun Bunulrejo.

Tetapi, saat ini kata pria yang akrab disapa Soni tersebut, lahan baku sawah di Kota Malang sudah mulai berkurang.

Akibat dari banyaknya perubahan lahan yang dulunya Ruang Terbuka Hijau (RTH) kini telah menjadi perumahan.

Sedangkan, debit air yang mengalir dari dua perumahan tersebut jumlahnya tetap sama.

Hal tersebut yang membuat banjir dan genangan air yang sering terjadi saat musim hujan di daerah Blimbing Kota Malang.

"Jadi harus ada crossing dibalik ke arah Jembatan Soehat. Karena lokasinya titik pertemuan air ada di bawah tanah, tepatnya di bawah patung pesawat," ucap Soni.

Soni mengatakan, bahwa sebenarnya rencana pembangunan gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta tersebut merupakan program lama yang belum juga terealisasikan.

Untuk itu, pihaknya akan meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna membangun gorong-gorong tersebut.

"Mungkin itu solusi dari kita. Dan kami juga sudah komunikasikan ke pak Sekda Provinsi. Saat ini kita tunggu hasilnya. Kalau keinginan kami nanti bisa dikerjakan di tahun 2021. Dan anggarannya senilai Rp 128 Miliar. Karena salurannya bakalan panjang ini," tandasnya

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved