Breaking News:

Tukang Sepatu di Jombang Rawat Istri Lumpuh hingga Meninggal Selama 19 Tahun, Ternyata Anaknya Juga

Seorang tukang sepatu di Jombang merawat istrinya yang menderita lumpuh hingga meninggal dunia selama 19 tahun.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
KOMPAS.COM/MOH. SYAFIƍ
Koestomo (59), merawat istrinya yang lumpuh selama 19 tahun 

Upaya berobat yang ditempuh Koestomo tidak berhenti pada rumah sakit.

Berbagai upaya non-medis coba dilakukan namun tidak membuahkan hasil.

Dari waktu ke waktu kondisi anaknya terus melemah hingga akhirnya mengalami lumpuh sejak enam tahun lalu.

Koestomo merawat istri dan anaknya yang lumpuh di rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal keluarganya.

Siti Rodiyah menempati ranjang di dalam kamar, sedangkan Dwi ditempatkan di ranjang di depan pintu kamar ibunya.

"Dua-duanya saya rawat di rumah, bergantian. Saya tidur ya ala kadarnya.

Saya bersyukur, Allah memberi kekuatan sehingga saya tetap kuat," tutur Koestomo.

Amanah seorang bapak

Bagi Koestomo, merawat istri dan anaknya lumpuh merupakan amanah yang wajib dijalani sebagai suami dan seorang ayah.

Sepeninggal istrinya, Koestomo harus menjalankan tugasnya merawat anak sulungnya yang hanya bisa terbaring di ranjang.

"Ini amanah yang harus saya jalankan. Selama masih kuat, saya akan terus merawat anak saya," ujar Koestomo.

Sebelum memutuskAan berhenti bekerja tujuh bulan lalu agar bisa fokus mengurus istri dan anaknya yang lumpuh, Koestomo bekerja sebagai tukang sepatu.

Pekerjaan Koestomo dilakukan setelah selesai merawat istri dan anaknya, selepas pukul 09.00 WIB.

Sepeninggal sang istri, Koestomo berpikir untuk bekerja kembali.

Namun, pekerjaan itu akan dilakukan di rumah agar bisa menjaga dan merawat putri sulungnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved