Breaking News:

Pengakuan Ayah di Palembang Gantung Anak Sendiri Lalu Rekam Pakai HP, Gara-gara Istri Ogah Pulang

Inilah pengakuan ayah gantung anak kandung sendiri di dalam rumah kemudian rekam pakai HP yang diketahui berasal dari Palembang.

Tribunnews
Ilustrasi Pengakuan Ayah di Palembang Gantung Anak Sendiri 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 44 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan Pasal 76c Junto Pasal 80 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Ibu di Medan Gantung Diri di Depan Anaknya, Diduga Kecewa Berat dengan Kehidupan Rumah Tangga

Sementara itu, seorang Ibu di Medan gantung diri di depan anaknya diduga akibat masalah rumah tangga.

Ibu di Medan berinisial HD berusia 31 tahun itu diketahui gantung diri setelah anaknya melapor ke tetangga. 

Tetangga yang dapat laporan dari anak HD langsung syok setelah mendapati korban sudah tergantung di seutas tali. 

Melansir TribunMedan.com Selasa (15/9/2020), HD ditemukan gantung diri di rumahnya, Simalingkar B, Medan Tuntungan, Medan. 

Dengan tali yang masih melingkar di leher HD yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta itu ditemukan meninggal secara tragis. 

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli membenarkan adanya informasi tragis tersebut.

Zulkifli menyebutkan motif korban nekat melakukan tindak bunuh diri dilatarbelakangi masalah keluarga.

Diduga merasa kecewa dengan kehidupan rumah tangganya, wanita tersebut nekat melakukan tindak bunuh diri.

"Kecewa dengan kehidupan keluarganya dan rumah tangganya," jelas Zulkifli, Selasa (15/9/2020).

Berlangsung pada Senin (14/9/2020), kejadian nahas itu terbongkar setelah buah hati korban melapor pada warga sekitar pukul 15.30 WIB.

Lokasi penemuan ibu yang tewas diduga gantung diri di Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan.
Lokasi penemuan ibu yang tewas diduga gantung diri di Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan. (Tribunmedan.com - istimewa)

Unit Reskrim yang mendapatkan informasi dari warga, akhirnya segera mendatangi lokasi dan segera mengevakuasi korban.

Ironisnya, aksi nekat HD sengaja dilakukan dan disaksikan di hadapan anaknya secara langsung.

"Menurut keterangan saksi RM ia mendapatkan info dari anak korban berinisial RSS yang datang ke rumahnya dan mengatakan bou-bou mamak dibuatnya tali di Lehernya," ungkapnya.

Mendapat kabar tersebut, RM langsung bergegas ke rumah duka.

Benar saja, dari kaca jendela rumah HD, korban terlihat tergantung dengan seutas tali.

"Selanjutnya saksi memanggil tetangganya dan menghubungi Kepling dan memberitahu kejadian tersebut," ungkapnya.

Pihak berwajib yang terjun di lokasi kejadian mengaku tak menemukan sesuatu yang janggal atas kematian korban.

"Hasil olah TKP bahwasanya tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan di tubuh korban dan diduga korban meninggal dikarenakan gantung diri," ungkap Zulkifli.

Sementara itu pihak keluarga juga menolak apabila jenazah hendak dilakukan autopsi.

Jumlah Kasus Bunuh Diri Meningkat Selama Pandemi

Sementara itu, melansir TribunJateng.com, Selasa (15/9/2020) kasus bunuh diri meningkat selama pandemi virus corona atau Covid-19. 

Internasional Association for Suicide Prevention (IASP) menyebut pandemi Covid-19 pemicu meningkatnya jumlah pasien kesehatan mental yang hendak bunuh diri.

Jumlah angka kematian akibat bunuh diri di dunia tercatat terjadi setiap 40 detik.

Dalam pernyataan yang tercantum di laman resmi, Presiden IASP, Murad Khan, mengatakan dibutuhkan kolaborasi dalam berbagai pihak untuk menekan jumlah kematian akibat bunuh diri.

ibu bunuh diri
Ilustrasi Ibu bunuh diri (Tribunnews)

IASP ini sendiri didirikan untuk menumbuhkan perhatian terhadap kasus bunuh diri.

Pencegahan bunuh diri masih menjadi tantangan global yang membutuhkan upaya bersama.

Kemenkes RI menyebut (data 2019) kematian akibat bunuh diri di Indonesia sebesar 0,71 persen di setiap 100 ribu penduduk, yang berarti 1,800 jiwa per tahun.

Disebutkan pula bahwa kematian akibat bunuh diri banyak terjadi pada usia muda dan produktif, yakni 46 persen pada usia 25-49 tahun dan 75 persen pada usia 15-64 tahun.

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved