Breaking News:

Berita Madura United Hari Ini

Pelatih Madura United Sebut Penundaan Kompetisi Jadi Momen Pas Menyiapkan Detail Protokol Kesehatan

Pelatih Madura United Sebut Penundaan Kompetisi Jadi Momen Pas Menyiapkan Detail Protokol Kesehatan

SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
Rahmad Darmawan 

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan (RD) menilai penundaan kembali kompetisi selama satu bulan menjadi momen pas menyiapkan lebih detail protokol kesehatan.

Pasalnya, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu meyakini bahwa masih banyak pihak (tim, panpel, keamanan) yang belum sepenuhnya paham detail tentang pelaksanaan protokol kesehatan saat menjalani kompetisi di tengah pandemi.

PSSI menunda lanjutan kompetisi selama satu bulan, akan kick off awal November, dari rencana awal kick off 1 Oktober.

Penundaan ini dilakukan PSSI karena belum mendapat izin keramaian menggelar laga dari Polri.

"Satu bulan mungkin waktu yang baik untuk mempersiapkan lebih detail lagi, terutama di dalam pelaksanaan SOP kompetisi dilakukan, dalam tanda kutip masalah kesehatannya," kata Rahmad Darmawan pada SURYAMALANG.COM, Minggu (4/10/2020).

Pemahaman bisa menjalankan protokol kesehatan dirasa perlu, karena RD menyebut, tidak ada jaminan di bulan November mendatang pandemi selesai.

Soal protokol kesehatan, sebelum akhirnya kompetisi ditunda kembali satu bulan, PSSI dan LIB sebenarnya sudah membuat protokol kesehatan, baik saat tim berlatih maupun pertandingan.

Namun, ada beberapa bagian yang belum dijelaskan secara detail. Termasuk hingga saat ini belum ada panduan dalam bentuk dokumen resmi yang menjadi pegangan tim sebagai dasar penanganan saat terjadi sesuatu bagi anggota tim.

PSSI dan LIB hanya berupaya melakukan medical workshop di beberapa kesempatan terakhir.

Jika protokol kesehatan sudah benar-benar selesai secara detail, RD berharap setelah masa penundaan selama satu bulan, kompetisi benar-benar digelar, meski pandemi belum selesai.

"Kalau saya pengennya lanjut saja, kita jadikan ini challenge. Dan itu juga sebagai bahan untuk kita belajar menghadapi kondisi sepak bola di era new normal seperti apa. Atau penyelenggaraan kompetisi di era new normal," jelas pelatih asal Lampung itu.

Upaya itu sangat baik untuk mendukung kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 di bulan Mei-Juni mendatang.

"Kenapa saya bilang kita gak boleh menyerah, karena kita ini mau menjadi tuan rumah piala dunia, dan kita belum tahu apakah nanti di bulan Mei atau Juni (2021) itu pandemi ini akan menurun," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved